Senin, 28 November 2016 | 12:33 wib
Informashe Living Plus Beauty
Mari Bebas dari Sampah Informasi


Hari ini, 28 November 2016 merupakan hari pelaksanaan Revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Menurut Henry Subiakto, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Hukum, dengan diberlakukannya aturan ini maka yang bisa dijerat hukum bukan hanya yang membuat konten, tapi justru juga yang mendistribusikan dan mentransmisikannya.

''Jangan mudah menyebar informasi yang bisa menimbulkan kebencian terhadap kelompok tertentu," kata Henry Subiakto saat onair di SHE Radio (28/11). Henry menjelaskan, maksud dari mentransmisi pesan ini adalah saat ada seseorang yang menyebar konten bersifat tuduhan, fitnah, maupun SARA yang mengundang kebencian di jalur privat, kemudian mengirimkannya pada pihak yang dibicarakan dengan maksud mengadu domba.

Kata Nukman Luthfie, Pakar Teknologi Informasi dan Media Sosial di Twitternya, ''Jika kita paham bahwa media sosial itu ruang publik, bukan ruang privat, santai saja dgn UU ITE ini @cnnindonesia.'' Dia pun mencuit, ''Etika yang kita pegang erat dalam kehidupan sehari-hari mestinya juga kita pegang erat di media sosial.''

Melalui web pribadinya, www.sudutpandang.com, Nukman membagi tentang cara bersikap di tengah banjir informasi seperti ini.

Jangan hanya membaca judul. Media online atau versi online media arus utama sangat bergantung pada klik. Semakin banyak klik, semakin terbuka peluang mendapat iklan. Agar mendapat klik tinggi dari media sosial, judul harus dibuat semenarik mungkin. Sayangnya, semenarik mungkin itu bisa terjebak menjadi seprovokatif mungkin, yang seringkali melenceng dari isi berita. Judul berita provokatif tak selalu sama dengan isi berita. Karena itu jangan terkecoh oleh judul. Jika ingin menyebarkannya, baca dulu isinya. Pastikan judul dan isi memang selaras.

Cek dan Ricek. Media boleh memihak. Itu hak media, namun berita yang diproduksinya harus taat kaidah jurnalistik. Pembaca, artinya kita semua, mesti lebih rajin melakukan cek dan ricek terlebih dulu sebelum menjadikannya sebagai referensi. Cek ke media lain, yang menjadi lawannya, bagaimana sudut pandang media tersebut terhadap hal yang sama. Pada kasus apakah Gubernur DKI, Ahok menghina agama Islam atau tidak ketika bicara di Pulau Seribu, media memiliki sudut pandang yang berbeda. Yang berpendapat tidak menghina, akan mengakomodir berita dan kolom yang mendukung pendapat itu. Sebaliknya yang berpendapat Ahok menghina, rajin membuat berita dan memuat kolom yang sependapat. Nukman sering membandingkan informasi dari tiga media yang berbeda untuk menyaring informasi. Jika sebuah berita hanya dimuat di satu atau media, Nukman cenderung hati-hati menggunakannya sebagai referensi. Jika di tiga media yang berbeda ada kesamaan informasi, barulah ia merasa aman menggunakannya sebagai referensi.

Ikuti akun-akun terpercaya. Kita bisa berkawan banyak di Facebook, bisa mentok sampai 5.000. Kita bebas mengikuti orang lain di Twitter tanpa batasan jumlah, begitu juga di Instagram dan lainnya. Tapi hidup kita akan ruwet jika informasi mengalir terlalu banyak. Teman di Facebook yang sebenarnya tak pernah kita kenal tapi membanjiri informasi layak di-unfollow, jika enggan untuk unfriend. Demikian pula di Twitter, unfollow saja akun-akun yang berisik dengan informasi tak akurat. Lebih baik kita mengikuti akun-akun terpercaya, meski mereka berbeda pandangan dengan kita.

Saring via fasilitas  penyaring di media sosial. Setiap media sosial memiliki fasilitas untuk menyaring informasi, termasuk menyaring kata kunci. Di Twitter, saya menyaringnya dengan cara lain: membuat list akun yang layak dibaca informasinya. Isinya beberapa akun, baik punya kesamaan maupun perbedaan pandangan mengenai isu tertentu, tapi jumlahnya terbatas, paling banyak 100 akun, agar informasi yang mengalir ke otak bersih dari sampah informasi. Selamat menyaring dan hidup sehat di era digital.

*Tips dari Nukman dimuat di Tirto.ID pada 02 November, 2016.*
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
P O D C A S T
  • Mana Dulu, Omzet Atau Cash...
  • Busana Pernikahan Impian...
  • Mengalahkan Obesitas
  • Manfaat Hand Sanitizer
  • Cover Song Hotline Bling By...
  • Cover Song Believe
  • « October 2017 »
    S M T W T F S
    1 2 3 4 5 6 7
    8 9 10 11 12 13 14
    15 16 17 18 19 20 21
    22 23 24 25 26 27 28
    29 30 31