twitter  
Profil  

Minggu, 08 Juni 2014 | 08:10 wib
High Heels Seperti Pisau Bermata 2

Terjawab sudah pertanyaan seputar risiko penggunaan high heels. Dalam acara She and Friends ''Me VS High Heels'' di Sky Ballroom Fave Hotel Mex Surabaya (7/6), dr. Jeffrey Lau, Specialist Orthopaedic & Trauma dari Regency Specialist Hospital Malaysia menguak sisi negatif penggunaan high heels yang berlebihan.

''Saat memakai high heels, kaki menanggung beban tubuh yang lebih berat 7 kali lipat. Dalam jangka waktu lama, beban berlebih ini bisa menyebabkan pembengkakan pada kaki dan memicu gangguan sistem jaringan saraf di kaki," kata dr. Jeffrey Lau. Gangguan saraf ini bahkan bisa menjadi penyebab ketegangan pada otot betis. Pemakaian high heels yang runcing juga bisa memicu nyeri pada tulang belakang, leher, dan bahu. Beberapa cedera yang ditimbulkan high heels seperti :
  • Cedera kaki di bagian pada engkel.
  • Otot kaki bagian bawah tidak akan bekerja maksimal.
  • Peredaran darah tidak akan lancar dan terhambat pada beberapa tempat.
  • Otot akan lebih mudah cedera dan berkumpul pada suatu tempat, karena aliran darah tidak lancar.
  • Membuat badan cenderung condong ke depan, sehingga perlahan tapi pasti tulang punggung tidak akan tegak dan lurus lagi.
  • Tekanan pada jari-jari kaki lebih besar, sehingga umumnya jari kaki akan berbengkok dan bentuknya pun tidak alami lagi seperti biasanya.
  • Mempengaruhi bentuk tulang dan postur tubuh.
  • Otot-otot yang berada pada tumit belakang dan betis terus-menerus tegang, sehingga pembuluh darah menjadi tertekan dan akan menimbulkan kaki terserang penyakit varises.
Untuk mengantisipasi dampak negatif yang timbul akibat penggunaan high heels yang sering, Jeffrey menyarankan penggunan sepatu berbeda setiap harinya agar kaki dan betis tidak disposisi.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.