twitter  
Profil  

Rabu, 24 Februari 2016 | 14:19 wib
Batik Pakis Kencana Oleh-Oleh Khas Dukuh Pakis
Selalu ada kesempatan kedua selama kita mau meresponnya. Prinsip inilah yang diyakini Suparti, pemilik dan pengrajin batik tulis Pakis Kencana Surabaya. Perkenalan Suparti dengan batik dimulai ketika dia remaja dan sedang berlibur ke Jawa Tengah. Saat itu Suparti sudah dibuat penasaran dengan proses mencanting di atas kain yang penuh kehati-hatian. Kata Suparti, saat melihat wanita-wanita Jogja mencanting dia merasa ingin memelajarinya. Tapi saat pulang ke Surabaya ia tidak tahu harus belajar dimana.

Siapa sangka, keinginan sejak remaja itu akhirnya baru terwujud lima tahun lalu. Berawal dari acara pelatihan membatik yang diberikan Pemerintah Kota Surabaya di wilayah Dukuh Pakis, Suparti bersemangat untuk ikut serta. Dari 10 peserta yang ikut, hanya Suparti yang bertahan sampai saat ini.

Setelah lima tahun berjalan, ketekunan Suparti membuahkan dua merek batik baru, batik Pakis Kencana dan batik Prima. Batik Pakis Kencana memiliki motif daun Pakis yang dibuat menggunakan pewarnaan alami. Batik ini juga menjadi identitas tempat tinggalnya yang berada di kawasan Dukuh Pakis, Surabaya. Sedangkan batik Prima, kata Suparti memiliki ciri warna yang lebih terang, cerah, dengan ukuran motif lebih besar dan bergambar daun semanggi, ayam bekisar, kepiting, serta kura-kura.

Pewarnaan alam yang digunakan Suparti diambil dari proses perebusan daun mangga, serabut kelapa, kulit pohon rambutan, kulit pohon mahoni, dan kulit buah manggis. Karena itu harga batik tulis dengan pewarnaan alam harganya relatif lebih tinggi dari pewarna sintetis. Karena proses pewarnaannya bisa sampai 17 kali celup. Kita harus telaten sampai warnanya benar-benar keluar, kata Suparti. Mengingat pembuatan batik yang bisa memakan waktu hingga satu minggu, Suparti menganggap proses ini sebagai terapi kesabaran. Kalau tak sabar, warnanya tidak bisa sesuai yang diharapkan.

Percaya atau tidak, hingga kini Suparti hanya dibantu putrinya, Nina Dewi Sinta dalam membesarkan batik Pakis Kencana miliknya. Ini karena tetangganya tak bersedia diajak membantik meski alat dan teknik mewarnai akan diberi secara gratis. Selain  menjadi pengrajin, kini Suparti juga aktif memberi pelatihan dan workshop batik di Surabaya, Mojokerto, dan Gresik.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.