twitter  
Profil  

Senin, 15 Mei 2017 | 11:33 wib
Pijat Bayi Turunkan Stres dan Kuatkan Imun Bayi


Banyak orang menyangka, tumbuh kembang anak usia 0-5 tahun hanya dipengaruhi oleh gizi dan stimulasi saja. Padahal, menurut Niniek Soetini, MFis, pijatan pada balita ikut menentukan jalannya tumbuh kembang optimal.

Di acara SHE and Friends ''Hello Motherhood'' bersama Transpulmin dan Dermatix (14/5), Niniek menjelaskan peran pijat bayi pada tumbuh kembang anak. ''Pijat bayi punya efek biokimia yaitu menurunkan kadar hormon stres atau catecholamine, meningkatkan kadar serotononin yang merilekskan, meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan, serta merangsang pengeluaran beta endorphine yang mempengaruhi mekanisme hormon pertumbuhan,'' kata Niniek dalam presentasinya.



Sentuhan pijat membuat bayi lebih fokus, melancarkan penyerapan makanan, mengurangi kembung dan kolik, serta meningkatkan sucking reflex. ''Sucking reflex adalah refleks menghisap yang dilakukan bayi. Pijat bayi yang rutin dilakukan akan membuat bayi cepat menghisap ketika Anda menyentuhkan puting susu ke ujung mulut bayi sehingga melancarkan produksi ASI,'' kata Niniek.

Dosis pijat bayi yang disarankan Niniek sebanyak dua kali dalam sehari. ''Dimulai dengan waktu yang pendek, secara bertahap waktu ditambah dengan usia bayi. Intensitas tekanan diawali dengan dosis ringan yang pelan-pelan ditingkatkan dengan usia bayi. Tekanan yang medium lebih berefek dibanding dengan tekanan yang terlalu ringan,'' saran Niniek.


Untuk persiapan :

Bayi dalam keadaan kenyang, paling cepat 1 jam sesudah makan.
Bayi tidak dalam keadaan menangis atau rewel sekali
Cuci tangan, lepaskan perhiasan, dan jangan berkuku panjang
Ruangna cukup ventilasi dan penerangan
Pakai alas yang bersih, rata, dan tidak kasar
Ambil posisi yang nyaman
Bisa memakai minyak zaitun atau pelumas yang sesuai
Untuk minyak, pilih yang tidak wangi, non alergik, dan punya daya pelembab tinggi. Pijat dengan minyak lebih berhasil dibanding yang tidak menggunakan minyak.

Selama pijat :
Adakan komunikasi lewat pandangan, ucapan lembut, nyanyian.
Awali dengan sentuhan ringan pada daerah yang kurang sensitif seperti kaki.
Tambahkan pelumas sesuai kebutuhan.
Tanggap terhadap isyarat bayi seperti rewel atau menangis.
Hindari mata bayi dari pelumas.
Hindari ruangan yang terlalu dingin atau berangin.
Hindari memijat bayi langsung setelah makan.
Hindari membangunkan bayi khusus untuk pijat.
Hindari memijat dalam kondisi bayi tidak sehat.
Hindari memaksakan posisi tertentu pada bayi.
Hindari memijat bayi yang demam.
Mulailah pijatan dari Kaki, lalu perut, dada, lengan, wajah, punggung, kepala.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.