twitter  
Profil  

Rabu, 13 Desember 2017 | 14:01 wib
Nicole Kidman Melawan KDRT
 

Teman SHE, menurut United Nations (UN) Women, 1 dari 3 perempuan di seluruh dunia pernah mengalami kekerasan fisik dan seksual. Pelakunya sebagaian besar justru pasangan sendiri. Mengamati fenomena ini, Nicole Kidman, aktris sekaligus ibu dari 4 anak menyatakan dukungannya untuk para korban kekerasan.

''Dukungan penuh saya berikan untuk mereka para korban kekerasan dalam segala bentuk (fisik, verbal, seksual dan penelantaran). Kisah hidup mereka sungguh mengubah hidup dan pandangan kita semua. Sudah saatnya para perempuan mendapatkan hak dalam mengungkapkan pendapat serta kesempatan yang sama besar dengan pria untuk melakukan berbagai hal di dunia ini. To all the ladies, you’re never alone on your struggles; lingkungan dan sahabat akan membantu Anda untuk melalui trauma akibat kekerasan. Jadi, jangan ragu untuk mengungkapkannya & segera meminta bantuan,'' kata Nicole.

Kepedulian Nicole pada korban kekerasan juga diterjemahkan melalui film ''Big Little Lies'' yang disutradarai Reese Witherspoon. Akting Nicole sebagai korban kekerasan domestik dalam rumah tangga membangkitkan kepedulian warga dunia terhadap topik ini.

Di Indonesia, isu KDRT masih kerap diidentikkan dengan wilayah privat. Komnas Perempuan Indonesia merilis jumlah kasus kekerasan pada perempuan yang dilaporkan berjumlah 259.150 kasus. Data ini dihimpun dari Pengadilan Agama & lembaga mitra pengadaan layanan di Indonesia. Di ranah personal/rumah tangga, kekerasan terhadap istri menempati urutan kasus tertinggi  yang sebanyak 5.784 kasus.

UN Women merilis kebijakan untuk membantu memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan, khususnya kasus dalam rumah tangga:

  1. Sebarkan informasi positif. Bahwa apapun alasannya, kekerasan terhadap perempuan tidak dibenarkan. Dalam hal ini, UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Pasal 5 menyebutkan ada 4 bentuk kekerasan diantaranya kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran rumah tangga.
  2. Speak out. Setiap kali menemui 4 bentuk tindak kekerasan di sekitar Anda, segera laporkan kepada kantor kepolisian terdekat. UU diatas juga memberikan perlindungan bagi saksi, keluarga, teman korban, serta pendampingnya.
  3. Ubah kebiasaan. Mari sebarkan pandangan positif tentang maskulinitas yang tidak hanya berbasis keperkasaan secara fisik, tetapi kebaikan hati dan keinginan untuk saling menghargai.
  4. Berikan support pada korban. Baik berupa donasi atau pemberian support psikologis tidak hanya kepada korban KDRT yang kita kenal, tetapi korban – korban lain melalui organisasi pendukung seperti Komnas Perempuan.
  5. Pelajari lebih lanjut tentang bentuk, penyebab & definisi kekerasan yang kerap terjadi. Pada umumnya, penyebab utama terjadinya KDRT adalah faktor diskriminasi dan ketidakadilan; baik dalam persoalan status maupun intelektualitas. Always remember that a gender based – violence is never woman's fault.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.