twitter  
Profil  

Selasa, 31 Januari 2017 | 05:45 wib
Lirik Lagu Masa Kini Picu Mabuk di Kalangan Remaja


Menurut hasil analisa pengamat di Amerika Serikat menunjukkan, lirik lagu-lagu barat populer saat ini banyak yang merujuk pada merek minuman alkohol. Hal inilah yang dikhawatirkan memicu anak muda meminum alkohol dan melakukan hubungan seks.

Kajian pengamat menunjukkan, hampir seperempat dari lirik lagu yang beredar di Amerika saat ini memuat kata-kata tentang minuman alkohol. Hal ini telah terjadi selama enam tahun belakangan pada lagu populer yang banyak beredar di tangga lagu.

Mengutip Daily Mail, para ahli dari Boston University meneliti 720 lagu paling populer berdasarkan peringkat dalam majalah musik Billboard. Tahun kepopuleran lagu adalah 2009, 2010, dan 2011. Hasil kajian menunjukkan, 167 lagu menyebutkan alkohol. Sedangkan 46 lagu menyebutkan merk dagang minuman beralkohol secara spesifik.

Pada 2013, aliran musik rap, hip hop, dan R&B paling banyak menyebutkan minuman keras dengan jumlah 38 persen. Aliran musik ini diisi artis favorit anak muda, seperti Rihanna dan Kanye West.

Jenis musik kedua yang banyak menyebutkan alkohol adalah country dengan 22 persen. Beberapa artis yang menyanyikan aliran ini adalah, Rita Ora dan Eric Church. Musik pop menempati urutan buncit dengan angka 15 persen.

Hampir semua lagu menyebutkan alkohol adalah sesuatu yang baik. Kemudian, lebih dari 16 persen lagu menghubungkan alkohol dengan seksualitas.

Professor Michael Siegel dari Boston University mengatakan, banyak lagu mempesonakan kebiasaan minum di bawah umur, konsumsi alkohol berlebihan, serta hubungannya dengan pesta dan hubungan seks.

''Sejumlah kecil merek minuman beralkohol juga sering disebut dalam lagu. Jika paparan lagu mempengaruhi kebiasaan minum generasi muda, maka perlu ada upaya kesehatan yang lebih fokus untuk masalah penggambaran alkohol dalam musik populer ini ,'' kata Siegel.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.