twitter  
Profil  

Senin, 24 April 2017 | 09:52 wib
Hati-Hati Anemia Pada Ibu Hamil


Tahukah Anda, ternyata 36,4 persen wanita hamil di perkotaan mengalami anemia. Kondisi ini tentu berbahaya bagi janin karena 90 persen tumbuh kembang fisik dan syaraf janin terbentuk di masa kehamilan. Kata dr Bangun Trapsila SpOG (K), ada tiga jenis anemia saat kehamilan. Anemia karena kekurangan zat besi, anemia karena kekurangan asam folat, dan anemia karena kekurangan vitamin B12.

''Kekurangan asam folat dan vitamin B12 berisiko bayi lahir cacat. Seperti mengalami Neural Tube Defect, Anencephalus, dan Spina Bifida,'' kata dr Bangun. Neural Tube Defect atau NTD ditandai dengan tidak terbentuknya tulang tengkorak atau bahkan tidak menutupnya saraf tulang belakang. Ada tiga jenis NTD diantaranya anencephalus dan spina bifida. Anencephalus ditandai oleh tidak tertutupnya secara sempurna otak bayi oleh tulang tengkorak. Sedangkan spina bifida adalah penonjolan seperti kantung di punggung tengah sampai bawah pada bayi baru lahir. Spina bifida bisa memicu kelumpuhan atau kelemahan pada pinggul, tungkai atau kaki.

Apabila kondisi anemia pada ibu hamil ini tidak dideteksi dini dan lambat penanganannya, maka risiko bayi lahir prematur, lahir cacat, dan memiliki berat badan rendah akan terjadi. Penyulit-penyulit yang juga bisa muncul akibat anemia adalah keguguran, kelahiran prematur, persalinan yang lama akibat kelelahan otot rahim di dalam berkontraksi, perdarahan pasca-melahirkan karena tidak adanya kontraksi otot rahim, syok, infeksi baik saat bersalin maupun pasca-bersalin.''Ibu juga rentan mengalami penyakit jantung. Hingga saat ini hipertensi, pendarahan, infeksi, dan penyakit jantung menjadi penyebab kematian para ibu di Jawa Timur,'' kata dr Bangun Trapsila SpOG.

Kata dr Bangun, ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil mengalami anemia. Diantaranya karena ada infeksi dari penyakit hati atau thalasemia.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.