twitter  
Profil  

Senin, 24 April 2017 | 16:28 wib
Semakin Kenal Seni, Anak Semakin Cerdas


Mendekatkan anak pada seni bukan sekadar anjuran. Untuk membuktikan hal ini, Universitas Toronto mengadakan penelitian pada 144 anak berusia 6 tahun yang diikutkan kursus piano dan vokal. Hasilnya, anak-anak yang mengikuti kursus musik mengalami kenaikan IQ secara keseluruhan.

Kemampuan anak-anak usia 4-6 tahun yang mengikuti pelajaran musik lebih akurat dalam mengingat deretan angka dibanding anak-anak yang tidak mengikuti pelajaran musik. Seni musik dianggap efektif merangsang koordinasi logika dan kreativitas, meningkatkan kemampuan bersosialisasi, melatih empati, serta menumbuhkan sisi musikalitas.

Menurut Dr Cut Kamaril Wardani, pendidik di bidang seni rupa, seni menjadikan anak kreatif secara utuh. Hasil riset dari Michigan State University, Amerika Serikat (AS) diketahui, 93 persen orang yang sukses di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika, pernah berlatih musik di usia sebelum 14 tahun. Hasil riset ini juga menemukan, anak-anak yang rajin bermain dengan perangkat logam dan elektronik memiliki kemungkinan 42% memiliki paten sebagai inovator di usia dewasa. Sementara anak yang melatih daya fotografi memiliki 30% kesempatan lebih tinggi untuk memiliki ide cemerlang sebagai penemu. Sementara anak yang melatih daya bangun ruang atau arsitektural berkemungkinan 87,5% lebih tinggi untuk memiliki sebuah perusahaan dibanding anak rata-rata yang tidak belajar seni.

Para responden yang sudah dewasa mengakui, kemampuan inovatif mereka muncul karena terpicu kebiasaan bermain dengan seni dan bangun ruang. Saat bermain itulah mereka menggunakan kemampuan artistik, analogi, adu peran, intuisi, serta berimajinasi penting untuk pengembangan diri. Hingga akhirnya menjadi kebiasaan.

''Kemampuan untuk membongkar barang dan menyusunnya kembali bisa diterjemahkan kepada cara melihat sebuah produk dan bagaimana produk itu bisa dikembangkan lagi. Demikian pula dengan menulis kreatif. Dalam studi kami, seorang peneliti biologi yang bekerja di bidang kanker, serta pendiri bisnis, mengatakan, kemampuannya dalam menulis membantunya untuk menulis perencanaan bisnis dan memenangkan banyak kompetisi dana penelitian,'' kata Eileen Roraback dari Center for Integrative Studies in the Arts and Humanities.

Riset-riset terdahulu mengungkap, semakin muda anak belajar dan mengerti tentang musik, serta tidak putus untuk mempelajarinya, semakin 'elastis' otaknya untuk berpikir kreatif di masa dewasa.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.