twitter  
Profil  

Rabu, 22 November 2017 | 14:11 wib
Anak yang Terampil Sosialisasi Bisa Hadapi Bullying


Setiap orang tua pasti cemas bila banyak kasus risak atau bullying pada anak. Adakah cara bagi orang tua mencegah kejadian itu? Menurut ulasan di keluargakita.com ada 5 keterampilan sosialisasi yang bisa menjadi bekal anak tidak jadi korban bullying.

  1. Mengenalkan dan menceritakan diri dalam porsi yang tepat. Ketika anak masuk dalam lingkungan baru, ajarkan anak untuk dapat mengenalkan dan menceritakan dirinya dengan percaya diri, namun tidak berlebihan.  Bersikap ramah dan bersalaman dengan benar, akan memberi kesan pertama yang positif tentang diri anak.
  2. Tersenyum dan menatap mata saat bertemu dan berbicara. Bersikap ramah sekaligus menunjukkan kesan percaya diri dapat ditunjukkan dengan tersenyum dan melakukan kontak mata dengan lawan bicara. Ingatkan anak bahwa orang lain akan merasa dihargai dan memberi perhatian lebih ketika kita juga menunjukkan hal yang sama.
  3. Mendengarkan. Teman interaksi yang menyenangkan punya kemampuan mendengar yang baik. Anak belajar hal ini terutama dari orangtuanya yang hadir sepenuh hati dan sepenuh tubuh saat ia berbicara. Kadang anak kurang sabar menunggu giliran berbicara, atau tidak menggunakan bahasa tubuh yang tepat (menatap mata, mencondongkan tubuh, dan lainnya) saat bercakap. Potret atau rekam anak saat berinteraksi, berikan umpan balik dengan santai, ''kamu serius banget dengerin cerita nenek di foto ini, pasti nenek senang!''
  4. Menanggapi canda dan menggunakan humor. Canda dan humor dapat dijadikan alat untuk mencegah risak/bullying.  Ajari anak menggunakan canda dan humor untuk cuek terhadap segala bentuk provokasi, bersikap tenang ketika terjadi konfrontasi dan belajar untuk berkata ''tidak'' terhadap permintaan teman yang tidak baik.
  5. Menumbuhkan empati. Mengenalkan empati dapat dilakukan dengan menamakan perasaan, memberi contoh bagaimana membantu orang lain, berperilaku baik, dan menghargai perbedaan antara teman dan anggota keluarga lain. Dengan berempati, anak akan memahami bahwa risak/bullying dapat menyakiti pihak lain.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.