twitter  
Profil  

Senin, 10 Juli 2017 | 09:36 wib
Manfaatkan Popok Instan Bekas Jadi Hidroponik


Kita patut prihatin bila masyarakat Surabaya masih banyak yang membuang sampah popok bayi sekali pakai ke sungai. Teman SHE, di dalam popok bayi terdapat mikroplastik dan bakteri dari kotoran bayi yang bisa meningkatkan pencemaran E-Coli. Padahal Kali Surabaya menjadi bahan baku masak dan air minum serta habitat untuk 25 spesies ikan.

Menurut Prigi Arisandi, Direktur Ecoton, hasil survei dari Wringin Anom hingga Bambe hasilnya, 80 persen sampah yang mengapung di sungai adalah popok. Survei ini sebelumnya didahului proses penelitian terhadap timbunan sampah di Waru Gunung; Jembatan Karangpilang 1 dan Karangpilang 2; serta di kawasan Jagir dan Kayun. Hasilnya, 43 persen sampah di pinggiran sungai adalah sampah plastik; kemudian 37 persen adalah popok; 7 persen sampah organik dan 13 persen adalah sampah lainnya seperti bola lampu, pakaian, ranting, kayu dan lainnya.

Teman SHE, melihat kenyataan di lapangan seperti ini kita tak bisa berdiam diri. Pilihan untuk tetap menggunakan popok instan atau tidak, itu ada di tangan Anda. Tapi gunakanlah dengan bertanggung jawab. Contohnya dengan membuat ''akhir bahagia''. Caranya? Dengan melakukan METAPOK atau Media Tanam Popok.

Di dalam popok instan terdapat gel Sodium Polyacrylate yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman.

Cara Pertama :
  1. Gunting diapers dan keluarkan isi berupa gel.
  2. Ambil Gelnya masukan dalam wadah kemudian semprot EM-4 (bakteri pengurai). Urine berfungsi sebagai POC (pupuk organik cair)
  3. Tutup wadah berisi gel yang telah disemprot EM-4 dengan rapat, dan biarkan selama 7 hari. EM-4 adalah larutan pengurai bakteri yang mengandung mikroorganisme Lactobacilus, Sacharomyces, Acetobacter, dan Bacilus.
  4. Setelah 7 hari campur dengan media tanah atau nutrisi hidroponik.
Cara Kedua :
  1. Gunting diapers dan keluarkan isi berupa gel.
  2. Ambil gelnya, lalu letakkan di wadah dan siram dengan air berkali-kali agar bersih dari urin.
  3. Setelah gel bersih, berarti siap digunakan.
  4. Campur dengan media tanam. Media tanam dari diapers ini diklaim mampu menyimpan air dan mempertahankan kelembaban tanah dalam waktu cukup lama, sehingga tanaman tidak perlu disiram lagi untuk sekitar 2-3 bulan.
Ahmad Bagus Muzaki dan Dananjaya Cikal siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Putra Putri Desa Simo, Kecamatan Karanggeneng ini juga berhasil menjadikan popok bayi sebagai media tanam hidroponik sederhana. Mereka menggunakan botol air mineral bekas yang dipotong sesuai kebutuhan lalu popok bayi bekas dipotong sesuai ukuran botol.

Setelah media tanam hidroponik terbentuk, tabur benih di medium hidroponik, lalu siram sesuai kebutuhan. ''Setelah satu minggu, biji benih tadi sudah mulai tumbuh,'' kata Dananjaya. Kandungan popok bayi bekas sudah mengandung pupuk alami sesuai kebutuhan tanaman. Beberapa tanaman yang berhasil ditanam diantaranya kacang hijau, tomat, lombok, dan sayuran.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.