twitter  
Profil  

Jumat, 16 Juni 2017 | 05:57 wib
Menyiasati Lelah Selama Mudik


Mudik dengan kendaraan pribadi memang nyaman. Tapi bila terjebak kemacetan panjang, risiko kelelahan tak bisa dihindarkan. Untuk menyiasati rasa lelah selama perjalanan, yuk ikuti saran Ninik Sutini, master fisioterapis, berikut ini.

Perhatikan posisi duduk. Posisi duduk yang benar diperlukan saat berkendara. Baik di dalam mobil, kereta api, bis, maupun pesawat. Duduk dalam waktu lama dapat menimbulkan nyeri punggung. Untuk itu atur tempat duduk Anda untuk dapat lebih bersandar ke belakang daripada membungkuk ke depan. Ulangi ganti posisi. Saat perjalanan jauh, hindari posisi duduk yang sama dalam waktu lama.

Sering-seringlah berganti posisi. Karena, dengan posisi duduk sama dalam waktu lama dapat menyebabkan kekakuan pada otot dan akhirnya menimbulkan nyeri. Bila Anda mengemudi kendaraan, ada kalanya perlu berhenti sejenak untuk meregangkan otot-otot punggung Anda. Bila perlu, ada pengemudi yang bergantian. Begitu juga saat di dalam kereta ataupun pesawat, cobalah untuk berdiri dan berjalan di lorongnya setidaknya 2-3 jam sekali.

Lakukan senam ringan. Peregangan diperlukan untuk otot-otot agar tidak kaku. Ketegangan otot ini sering dialami para pemudik yang melakukan perjalanan jauh. Setidaknya 2-3 jam sekali lakukan peregangan sederhana saat perjalanan. Senam ini dapat dilakukan dalam posisi duduk.

Cobalah mengangkat barang dengan posisi benar. Saat mudik, biasanya banyak koper dan barang yang dibawa. Sejak awal, biasakan untuk mengangkat beban berat dengan cara merapatkan beban ke tubuh baru mengangkatnya. Jangan biasakan membungkukkan badan tiba-tiba untuk mengambil beban yang jauh di depan dan mengangkatnya. Itu dapat melukai punggung bawah Anda.

Bawalah penyangga punggung. Saat berpergian dengan durasi lama, bawalah penyangga punggung, terutama para pemudik yang memang punya riwayat nyeri punggung bawah. Karena, tempat duduk pada alat transportasi yang kita tumpangi belum tentu baik dalam menyangga tubuh kita. Bisa juga dengan menggulung jaket atau selimut.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.