twitter  
Profil  

Selasa, 31 Januari 2017 | 12:24 wib
Sikat Gigi Kotor Jadi Rumah E.Coli


Hati-hati dengan penyimpanan sikat gigi yang tak higienis. Menurut hasil penelitian di University of Manchester diketahui, ada sekitar 10 juta bakteri termasuk bakteri E.Coli dan Staph di dalam sikat gigi Anda.

''Sikat gigi merupakan benda asing yang penggunaannya langsung mengenai bagian dalam tubuh. Bahkan sikat gigi mampu menjadi rumah kuman dan tempat berpindah kuman dari luar menuju dalam tubuh. Oleh karena itu sikat gigi sebaiknya disimpan di tempat yang benar-benar bersih dan tertutup. Sebab air yang memercik ketika Anda mencuci tangan, mandi, atau bahkan buang air mampu mengenai sikat gigi Anda,'' kata Dr Ann Wei, prosthodontist.

Tips lain dari Dr Ann Wei, sebaiknya kita membuang sikat gigi yang baru saja jatuh. Sebab walaupun hanya sepersekian detik, bakteri dari lantai yang kotor akan langsung masuk ke dalam sikat gigi Anda.

Lebih lengkap tentang penelitian tersebut juga disampaikan, gejala infeksi akibat bakteri Escherichia coli (E-Coli) seperti diare, mual, demam, dan muntah. Sementara, gejala infeksi paling serius berupa gagal ginjal akut disertai kerusakan sel darah merah, gangguan syaraf, stroke, dan koma sehingga tingkat kematiannya bisa sebesar 3-5 persen. Sedangkan gejala dari infeksi staph dari bakteri staphylococcus bisa berupa infeksi kulit atau juga bisa menyebabkan kematian apabila memasuki aliran darah, sendi, tulang, paru-paru atau jantung. Bakteri staph punya daya tahan yang kuat. Bakteri ini bisa hidup pada benda mati seperti sarung bantal atau handuk dalam waktu yang cukup lama hingga berpindah ke orang lain yang menyentuhnya. Bakteri Staph dapat bertahan hidup meski udara kering, suhu ekstrim dan kadar garam yang tinggi.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.