twitter  
Profil  

Jumat, 31 Maret 2017 | 09:53 wib
Konsumsi Apel Bisa Cegah Kanker Usus


Jika dibandingkan dengan informasi mengenai kanker payudara dan kanker serviks, wanita belum banyak paham tentang bahaya kanker usus. Padahal, wanita sering berurusan dengan diet yang tak jarang menyakiti tubuh sendiri. Menurut hasil penelitian yang dilkukan Dr. Dieter Schrenk, M.D di Jerman, mengonsumsi apel ternyata bisa mencegah terjadinya kanker usus akibat pola makan kurang serat.

Apel mengandung butyric acid yang bisa menekan jumlah histone deacetlyases (HDAC), zat yang bisa mempercepat pertumbuhan sel tumor. Selain itu, butyric acid juga berperan penting dalam menyuplai nutrisi ke sel-sel epitel. Sel-sel epitel ini berfungsi mencegah iritasi pada selaput lendir usus besar (mukosa). Bila selaput lendir ini mengalami iritasi dan terinfeksi, lebih mudah memicu terjadinya kanker usus.

Secara terpisah, penelitian di Cina juga menguji efek ogligosakarida dalam apel terhadap HT29 sel kanker usus besar di laboratorium. Penelitian menunjukkan, 0,9 mikrogram per mL oligosakarida sudah bisa 'membunuh' 17,6 persen dari sel-sel kanker usus besar setelah 36 jam. Padahal, obat kemoterapi 'baru bisa' membunuh 10,9 persen sel kanker usus besar dalam waktu yang sama tapi dalam dalam dosis lebih tinggi.

Kandungan oligosakarida dalam apel terbukti bisa menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker usus besar pada manusia sampai 46 persen. Oligosakarida ini juga lebih alami, karena terkandung dalam buah-buahan dan tidak memiliki efek samping. Penggunaan obat kemoterapi untuk pengobatan kanker usus besar bisa menimbulkan efek samping yang serius seperti kejang koroner, neurotoksisitas, anemia, dan imunosupresi. Kini, peneliti berfokus pada kandungan oligosakarida dalam apel yang secara alami dapat mengobati dan mencegah kanker usus besar.

Padahal obat kemoterapi yang biasanya diterapkan pada pasien akan membunuh 10,9 persen sel kanker usus besar pada waktu yang sama tetapi dalam dosis yang lebih tinggi. Mengetahui hasil tersebut, peneliti bermaksud untuk membuat obat baru dengan memanfaatkan ogligosakarida.

Manfaat lain dari ogligosakarida diantaranya memelihara flora usus yang sehat, mengontrol gula darah, dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Oligosakarida terkandung secara alami dalam banyak tanaman, seperti buah-buahan, sayuran, ganggang serta madu dan susu. Ogligosakarida juga bisa dibentuk dengan memecah karbohidrat buah dengan enzim pectolytic, seperti yang dilakukan oleh para peneliti dalam studi ini. Eat apple a day, keep disease away.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.