twitter  
Profil  

Senin, 24 April 2017 | 23:02 wib
Tertib Makan, Kenapa Masih Lapar?


Tertib makan pagi, siang dan malam tapi masih sering merasa lapar? Bisa jadi ini tanda menu sarapan pagi Anda bermasalah. Hasil penelitian di University of Missouri-Columbia, yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition mengungkap, menu tinggi protein ternyata bisa meredam keinginan makan di malam hari. 

Penelitian ini melibatkan 20 perempuan usia 18-20 tahun yang memiliki berat badan berlebih hingga obesitas.
Mereka dibagi menjadi tiga kelompok, di mana kelompok pertama diberi sarapan yang mengandung 13 gram protein, kelompok kedua 35 gram protein dan kelompok tiga sama sekali tidak sarapan.

Hasilnya,  partisipan yang menyantap sarapan tinggi protein merasa tidak terlalu lapar dan mengonsumsi camilan lebih sedikit setelah makan malam. ''Memakan sarapan tinggi protein menstimulasi sinyal kenyang,'' kata Heather Leidy, PhD, sang penulis jurnal. Sinyal kenyang ini dapat bertahan melewati pagi hari hingga sore.

Berikut empat protein yang dinyatakan terbaik menurut ulasan Tanya ZuckerbrotMS, RD, seorang pencipta The F-Factor Diet di Fox Health.com

Kedelai. Kacang kedelai engandung fitoprotein yang menstimulus produksi kolagen di kulit. Setiap olahan kedelai seperti susu, tahu, tempe, dan edamame membuat kulit anda lebih sehat. Kedelai mengandung 17 persen protein, 102 mg kalsium per 100 gram. 

Daging ayam tanpa lemak. Setiap 100 gram daging ayam menandung 18,2 gram protein dan 404 kalori. Daging ayam juga mengandung protein kolagen yang bersifat antigen atau menghasikan daya tahan tubuh.

Kacang hitam. Untuk setengah cangkir kacang hitam mengandung 8,5 gram protein dan 7,5 gram serat. Cukup!

Kacang-kacangan. kacang tanah, kacang almond, kacang mente, kenari, mengandung protein nabati. Protein dalam kacang non-kedelai sebanyak 8-17 persen, dengan kalsium 14-102 mg/ 100 gram.

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.