twitter  
Profil  

Jumat, 27 Januari 2017 | 12:06 wib
Mitos Salah Seputar Ngidam Saat Hamil


Mayoritas wanita saat hamil merasakan 'ngidam'. Anda juga? Ngidam banyak dikaitkan dengan mitos keinginan bayi. Padahal secara ilmiah, ngidam merupakan tanda tubuh kurang protein.

Mengutip SELF, tubuh yang tidak cukup protein akan memberikan sinyal kalau ia butuh protein. Kata Dana Hunnes, Ahli gizi senior di UCLA Medica Center dan Asisten Professor di Fielding School of Public Health, ngidam seringkali berkaitan dengan makanan yang berprotein seperti ayam goreng, sup, steak, dan masih banyak lainnya.

Tak hanya itu, saat kurang protein Anda akan lebih sering mencari-cari makanan manis. Ini karena tubuh kita mencerna protein dan lemak lebih lama dibanding saat mencerna karbohidrat. Jika Anda mengonsumsi karbo tanpa protein yang cukup, maka karbo akan dicerna lebih cepat dan menaikkan kadar gula darah. Parahnya, kenaikkan gula darah yang drastis juga diikuti penurunannya yang cepat. Ketika penurunan terjadi, tubuh membutuhkan asupan energi dari gula dan mengirimkan sinyal membutuhkan gula lagi.

Karena itu, makanlah protein dengan serat sehingga dapat dicerna dengan pelan dan gula darah berada pada posisi yang stabil.

Kekurangan protein juga membuat daya tahan tubuh melemah dan membuat tubuh mudah sakit. Bila Anda sering mengalami kelelahan akut, cek konsumsi protein Anda. Kurang protein dapat merusak otot dan mengakibatkan turunnya energi. Jika Anda sering merasakan gejala ini, segera konsumsi protein, yang bisa didapatkan dari susu, telur, ikan, daging, kacang-kacangan, serta hidangan laut.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.