twitter  
Profil  

Senin, 08 Mei 2017 | 10:07 wib
Lalai dari Hidup Sehat, Sindrom Metabolik Mengintai
 

Konsumsi makanan tak sehat dan minimnya olahraga bisa memicu sindrom metabolik lho teman SHE. Apa itu sindrom metabolik? Sindrom metabolik merupakan istilah medis untuk menyebut ''kombinasi'' antara hipertensi, kadar gula darah tinggi, kelebihan kadar kolesterol, dan obesitas, di waktu bersamaan.

Kata dr Rikky Lusman, Sp.PD, pembicara dalam Seminar Awam Diabetes Hindari Sindrome Metabolik, Cegah Diabates! di Rumah Sakit Mitra Surabaya (6/5), bila ingin mencegah sindrom metabolik terjadi pada diri kita maka dibutuhkan usaha untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

''Perbanyak sayur dan buah, kurangi konsumsi makanan yang cenderung asin, berlemak, seperti makanan kaleng.  Lalu makan dengan jadwal yang teratur, 3x makan utama, 2x snack,'' kata dr Rikky. Tak cukup dengan itu, sempatkan waktu untuk olahraga yang memperbanyak gerak dan membentuk otot sehingga lemak dengan sendirinya akan hilang.

Untuk pilihan aktivitas fisik, Rikky menyarankan Anda untuk memilih apakah ingin berjalan kaki 30 menit dengan jarak tempuh 3 kilo (setiap hari), atau bersepeda 30 menit dengan jarak tempuh 8 kilo, naik turun tangga 15 menit, atau berenang setengah jam. ''Untuk lansia bisa dengan berkebun,'' kata dr Rikky.

Meski sebagian besar sindrom metabolik tidak menunjukkan gejala yang spesifik, ada beberapa indikasi yang patut diwaspadai. Berikut indikasi sindrom metabolik dari alodokter.com :
  1. Lingkar pinggang yang melebihi batas normal, yaitu di atas 80 cm untuk wanita dan 90 cm untuk pria.
  2. Tekanan darah yang senantiasa berkisar di 140/90 mmHg atau lebih.
  3. Kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah (kurang dari 40 mg/dL untuk pria dan 50 mg/dL untuk wanita).
  4. Kadar trigliserida yang tinggi dalam darah, yaitu 150 mg/dL atau lebih.
  5. Kadar gula darah puasa yang tinggi, yaitu 100 mg/dL ke atas.

(Deedee Dinata / Editor : Windy Goestiana)

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.