twitter  
Profil  

Senin, 13 November 2017 | 16:12 wib
Lawan Kanker Payudara dengan Nano Partikel Kunyit


Kunyit sudah lama dikenal sebagai bahan alami yang mengandung anti bakteri dan bisa menghambat perkembangan sel kanker payudara. Melihat fakta tersebut, Yuliati Herbani, peneliti dari Pusat Penelitian Fisika LIPI, mencoba untuk memadukan kunyit dengan teknologi laser.

Kata Yuliati, ada alasan khusus kenapa teknologi laser dipilih sebagai 'teman duet' kunyit dalam melawan sel kanker. ''Obat kanker yang berada di pasaran saat ini dibuat dengan sintesis kimia yang punya efek samping termasuk sisa residu di tubuh. Tapi kalau cara fisika, terutama dengan laser, itu hanya satu langkah saja,'' kata Yuliati.

Yuliati menjadi satu dari empat perempuan peneliti yang menerima penghargaan dari L'Oreal - UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards 2017. Yuliati bersama tiga peneliti lain memperoleh bantuan dana untuk merealisasikan mimpi mereka agar menjadi sumbangsih nyata bagi dunia medis Indonesia maupun dunia.

Dalam proposal penelitian berjudul ''Sintesis Nanopartikel Kurkumin-Emas dengan Teknik Ablasi Laser Femtosekon dan Studi Bioaktivitas Cytotoxic pada Sel Kanker'', Yuliati ingin memertemukan teknologi nanopartikel kunyit dengan nanopartikel emas untuk kemudian diharap mampu mematikan sel-sel kanker.

''Nanopartikel emas dan nanopartikel kurkumin ini akan masuk ke dalam tubuh, lalu bagian tubuh dilaser dengan tenaga yang tak begitu besar. Emas akan bereaksi dan menghasilkan panas, kemudian menghancurkan sel-sel kanker. Kurkumin yang tadinya menempel pada nanopartikel emas akan lepas ke tubuh, lalu dia bisa ke target lainnya yang lebih jauh,'' kata Yuliati. jelasnya.

Saat ini,tahap penelitian masuk pada sesi pembentukan nanopartikel emas. Untuk nanopartikel kurkumin, Yuliati bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Meski sempat terhambat dalam hal pengadaan bahan, Yuliati optimistis dalam dua tahun ini pembentukan nanopartikel emas dan nanopartikel kurkumin bisa rampung. Semoga!
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.