twitter  
Profil  

Senin, 20 November 2017 | 13:35 wib
Gawat! Penyandang Diabetes di Indonesia No.7 Dunia


Indonesia menempati urutan ketujuh sebagai negara dengan penyandang diabetes tertinggi di dunia. Dari data yang dirilis Kementerian Kesehatan, jumlah penyandang diabetes di Indonesia pada 2015 mencapai 10,5 juta jiwa. Jumlah tersebut lebih tinggi dari 2013 yang sebanyak 8,5 juta jiwa. Penyebab utama karena gaya hidup malas bergerak dan mengonsumsi makanan instan tinggi gula.

Berdasar rekomendasi ahli, konsumsi gula harian tak lebih dari 50 gram atau setara dengan empat sendok makan. Tak ada salahnya mulai hari ini kita mengukur kadar gula darah kita sebelum makan dan dua jam setelah makan. Kadar gula darah normal sebelum makan antara 70-130 mg/dL dan dua jam setelah makan, kurang dari 180 mg/dL. Setelah tidak makan atau berpuasa selama setidaknya delapan jam kurang dari 100 mg/dL.

Penyandang diabetes punya risiko terkena serangan jantung dan stroke dua kali lipat. Kadar gula darah yang tinggi dapat mengakibatkan atherosklerosis atau gangguan kelenturan pembuluh darah. Atherosklerosis inilah yang mengakibatkan gangguan aliran darah menuju jantung dan otak. Saat  darah dengan kadar gula yang tinggi melewati pembuluh darah maka dapat menimbulkan cedera pada lapisan dalam.

Selain atherosklerosis, terjadi gangguan pada pola lemak darah. Kadar gula dalam darah yang tinggi membuat kolesterol 'jahat' atau LDL mudah menempel dan menumpuk di dinding pembuluh darah. Situasi ini mengakibatkan pembuluh darah rentan sobek atau bahkan darah sulit melewati pembuluh darah tersebut. Akibatnya terjadi gangguan aliran darah yang membawa oksigen ke otot jantung. Kerusakan otot jantung mengakibatkan jantung gagal memompa darah ke seluruh tubuh.

Diabetes yang parah juga dapat memicu penyakit degeneratif lainnya seperti gagal ginjal, amputasi, kebutaan, disfungsi ereksi, depresi dan gangguan saraf. Umumnya diabetes tak memiliki gejala khusus. Tapi ada 8 kondisi pradiabetes yang penting untuk kita cermati.
  1. Rasa Haus Berlebih. Kondisi prediabetes memicu rasa haus yang berbeda dari dehidrasi normal.
  2. Lebih Sering Buang Air Kecil. Banyak minum memang bisa mengakibatkan buang air kecil. Tapi BAK karena diabetes kuantitasnya lebih banyak dari biasa. Bila tanda ini muncul kemungkinan gejala diabetes tipe II.
  3. Gangguan Penglihatan. Ketajaman penglihatan berkurang, objek yang dilihat tidak begitu fokus dan seperti berkabut.
  4. Radang Gusi. Kondisi pradiabetes menyebabkan sistem imun tubuh terganggu, sehingga sulit bagi tubuh untuk melawan bakteri penyebab radang.
  5. Muncul Flek Hitam. Kulit penyandang prediabetes akan menghitam pada area tertentu, khususnya pada area lipatan-lipatan. Area lipatan kulit ini seperti pada leher, ketiak, siku, lutut dan ruas-ruas jari.
  6. Berat Badan Turun. Ketika gula darah tidak bisa menjadi suplai energi, maka cadangan lemak akan digunakan tubuh sebagai sumber energi. Akibatnya, bobot tubuh mendadak turun tanpa disadari.
  7. Luka Tak Kunjung Sembuh. Saat terjadi luka, aliran darah terpusat pada titik lokasi luka. Pada luka yang dialami penyandang diabetes basah, aliran darah masih memungkinkan terjadi, tapi pembuluh darah menyempit sehingga aliran darah tidak benar-benar sampai tujuan. Akibatnya, penyembuhan luka menjadi sulit, luka menjadi basah dan bernanah.
  8. Rasa Lelah Luar Biasa. Pada tahap prediabetes, gula tidak bisa berubah menjadi energi karena resistensi insulin. Akibatnya, orang akan merasakan rasa lelah ekstrim.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.