twitter  
Profil  

Selasa, 03 April 2018 | 18:03 wib
Daftar Anak Muda Indonesia Sukses di Bawah 30 Tahun
 
Nama Dian Pelangi, Adrian Agus, Talita Setyadi, Iwan Kurniawan, Rorian Pratyaksa, Fransiska Hadiwidjana, Stanislaus Mahesworo Christandito Tandelilin, Muhammad Risyad Ganis, dan Brian Imanuel masuk dalam daftar anak muda tersukses di bawah usia 30 tahun versi Forbes Under 30 Asia 2018.

Dian Pelangi terpilih karena piawai dalam mengenalkan tren busana tertutup yang bukan sekadar syar'i, tapi juga memanfaatkan kain-kain nusantara yang kaya corak dan warna. Sedangkan Adrian Agus & Eugenie Agus, Co-founders Puyo terpilih karena berhasil mempopulerkan silky pudding yang sudah memiliki 40 outlet di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, Adrian dan Eugenie juga dikenal memiliki kepedulian sosial. Terbukti, melalui Puyo donasi sebanyak 15.000 USD sudah disalurkan untuk program pelestarian penyu laut dan membuat dua perpustakaan untuk anak-anak.

Adapun nama Talita Setyadi mungkin masih asing di telinga. Talita merupakan Chef dari toko roti BEAU. Sejak kembali dari Paris pada 2013 Talita membuka bakery pertamanya, BEAU. Bakery tersebut menjual roti dan kue terbuat dari bahan alami yang berasal dari lokal. Roti-roti buatan Talita sudah dijual di lebih 100 cafe, restoran, dan hotel di Jakarta. Talita menjadikan edukasi sebagai pondasi BEAU. Karena itu hampir semua pembuat roti di BEAU merupakan tenaga bersih-bersih atau pelayan di tokonya. Talita Setyadi di usianya yang baru 29 tahun ini menjadi juri termuda dan satu-satunya juri perempuan di ajang The World Pastry Cup pada 2017 lalu.

Untuk kategori Finance & Venture Capital ada nama Iwan Kurniawan & Reynold Wijaya, Co-founders Modalku. Modalku merupakan platform pinjaman digital yang menghubungkan usaha tingkat Small to Medium (SME) dengan pemberi pinjaman. Iwan Kurniawan dan Reynold Wijaya merintis platform tersebut di tahun 2015 akibat melihat penurunan jumlah usaha SME akibat pendanaan. Didukung oleh Sequoia kini Modalku mencapai pendanaan investasi pada SME sebesar 75 juta dolar Amerika.

Seperti halnya Iwan Kurniawan, nama Rorian Pratyaksa, Cofounder PayAccess, juga dianggap sukses mengenalkan sistem pembayaran mobile. Rorian merintis startup PayAccess sebagai pembayaran mobile berlisensi. Platform tersebut menyediakan jasa transaksi pembayaran online dan offline serta in-app pembayaran digital. Sebelumnya Rorian merupakan seorang analis di PwC, sekarang chief business development di PayAccess. Ia juga penerima Australian Awards Scholarship dari pemerintah Australia di 2016.

Di kategori Retail & E-Commerce ada  Fransiska Hadiwidjana, Founder Prelo, yang terpilih. Fransiska Hadiwidjana merupakan insinyur sekaligus pendiri dari sebuah platform digital berfokus pada penggunaan teknologi ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, Prelo. Prelo memudahkan penggunanya untuk menjual atau menyewakan barang bekas milik penggunanya. Tidak hanya merupakan pendiri Prelo, Fransiska juga seorang co-founder di AugMI Labs, startup biomedis pemenang penghargaan di Silicon Valley dan juga masuk dalam daftar 10 Wanita Pengusaha Teknologi Inspiratif di Asia Tenggara oleh Forbes.

Stanislaus Mahesworo Christandito Tandelilin, Co-founder Sale Stock, ikut masuk dalam daftar 30 Forbes Under 30 Asia 2018. Stanislaus merupakan satu dari lima pendiri dari Salestock.com. Sebuah aplikasi dan platform online dengan tujuan menjadikan pakaian dapat dimiliki juga oleh mereka yang bekerja dan tinggal di daerah rural. Beroperasi untuk menjaga harga konsisten rendah, dioperasikan oleh Artificial Intelligence untuk mengelola pembelian dan pembayaran di tempat di dan dari 7000 lokasi.

Untuk kategori Social Entrepreneurs ada nama Muhammad Risyad Ganis & Yohanes Sugihtononugroho, Co-founders Crowde. Muhammad Risyad Ganis dan Yohanes Sugihtononugroho mendirikan Crowde pada 2016 dengan tujuan untuk menyelesaikan permasalahan petani di Indonesia yang mengalami hambatan pada pendanaan.  Platform ini memberikan para petani pilihan untuk mendapatkan pinjaman selain dari bank atau rentenir. Para investor dapat menaruh investasi serendah-rendahnya 1 dollar melalui pembayaran elektronik dan dapat dimonitor secara online. Saat panen tiba, para investor mendapatkan hasil dari pembagian untung. Crowde diakui sebagai layanan terhadap agrikultur di DBS-NUS Social Venture Challenge Asia Competition 2017.

Kategori Entertainment & Sports memasukkan nama Brian Imanuel. Brian melejit berkat lagunya berjudul Dat $tick yang dirilis di tahun 2016, kini nama Brian dikenal di kalangan musisi Amerika. Berkat pencapaian ini Brian punya kesempatan berkolaborasi dengan Diplo dan Pharrell Williams. Bahkan tahun ini Brian merilis album pertamanya dengan judul Amen.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.