twitter  
Profil  

Sabtu, 14 Juli 2018 | 14:06 wib
7 Perawatan Kecantikan Berbahaya
Ada begitu banyak jenis perawatan wajah di dunia ini. Tapi yang menggunakan metode aman, tepat guna, dan tanpa risiko fatal, hanya beberapa saja. Berikut ulasan Live Science tentang tujuh tren kecantikan yang dianggap berbahaya untuk kesehatan.
  1. Skin tanning. Proses penggelapan kulit dengan bantuan lampu khusus yang menghasilkan radiasi ultraviolet ini dapat merusak kulit. Jangka panjang justru bisa menyebabkan penuaan dini pada kulit, memicu luka bakar, mengakibatkan kerusakan mata, dan kanker kulit. Hampir 28 juta orang di Amerika Serikat melakukan skin tanning setiap tahunnya, menurut American Academy of Dermatology, dari jumlah tersebut, 2,3 juta adalah remaja. Selain itu, paparan sinar ultraviolet yang terlalu sering dapat menyebabkan kecanduan skin tanning.
  2. Kepang rambut. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Archives of Dermatology pada 2011, kepang rambut gimbal bisa menyebabkan kerontokan rambut permanen pada wanita Afrika-Amerika. Jenis kerontokan rambut ini disebut alopecia sikatrik sentral sentrifugal. Umumnya terjadi pada mahkota dan bisa menyebar ke seluruh kulit kepala. Periset mensurvei 326 wanita Afrika-Amerika tentang sejarah keluarga dan medis mereka, serta kebiasaan menata rambut mereka. Dermatolog kemudian melakukan pemeriksaan kulit kepala untuk menilai rambut rontok wanita. Mereka menemukan bahwa hampir 60 persen wanita menunjukkan tanda-tanda rambut rontok.
  3. Tato. Berani tato, berani juga mengambil risiko tertular Hepatitis C. Virus Hepatitis C rentan tertular melalui jarum suntik yang tidak steril. Hepatitis C menyerang dan menimbulkan peradangan pada liver yang dapat menyebabkan sirosis, kanker hati, dan gagal hati. Orang yang bertato juga rentan terhadap infeksi kulit, menyebabkan kemerahan, bengkak, dan nyeri. Apalagi pewarna tato yang berwarna merah, hijau, kuning, dan biru bisa menyebabkan reaksi alergi pada kulit, seperti ruam gatal di kulit yang ditato.
  4. Botoks. Hingga kini masih banyak perempuan yang menyelesaikan masalah aging dengan cara suntik botoks. Botoks sesungguhnya racun yang diproduksi bakteri Clostridium botulinum, penyebab botulisme. Efek suntik botoks pada masing-masing orang berbeda. Ada yang merasakan sakit dan memar di tempat suntikan, ada yang mengalami sakit kepala, mual, dan lemah otot sementara. Pada 2009, Food and Drug Administration Amerika Serikat (FDA) menyetujui Botoks untuk penggunaan kosmetik namun dengan label peringatan yang menyatakan adanya risiko toksin menyebar ke area lain di tubuh, menyebabkan gejala mirip dengan botulisme, termasuk kesulitan menelan dan bernafas, bahkan kematian.
  5. Lensa kontak yang melebarkan mata. Lensa lingkaran, yaitu lensa kontak yang membuat mata tampak lebih besar, bisa menimbulkan masalah penglihatan yang serius, menurut beberapa ahli. ''Konsumen berisiko mengalami cedera mata yang signifikan, bahkan kebutaan, saat mereka membeli lensa kontak tanpa resep atau bantuan yang benar dari seorang profesional mata,'' kata Karen Riley, pejabat Food and Drug Administration di Amerika Serikat.
  6. Krim pemutih kulit. Kata FDA, beberapa produk kosmetik, termasuk krim pencerah kulit, mengandung kadar merkuri tinggi. Merkuri digunakan dalam krim pencerah kulit sebagai penghambat produksi pigmen melanin kulit. Tingkat merkuri yang tinggi juga dapat ditemukan di beberapa produk sabun, lotion, dan anti-penuaan yang diproduksi di luar negeri dan dijual secara ilegal di Amerika Serikat. ''Paparan merkuri dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan yang serius,'' kata Charles Lee, M.D., penasihat medis senior di FDA. Merkuri dapat merusak ginjal dan sistem saraf, mengganggu perkembangan otak pada anak yang belum lahir, dan anak-anak yang masih kecil.
  7. Produk pelurus rambut. Produk pelurus rambut tertentu, yang mengandung formaldehida, sangat berbahaya. Formaldehida adalah gas berbau kuat yang bisa mengiritasi mata dan hidung, serta menyebabkan reaksi alergi jika terhirup, misalnya masalah pernapasan seperti asma, ruam kulit, dan gatal. Faktanya, Occupational Safety and Health Administration (OSHA) Amerika Serikat mengeluarkan peringatan bahaya pada April 2011 kepada pemilik salon rambut dan pekerja tentang risiko paparan formaldehida saat menggunakan produk ini. Ratusan salon kecantikan menawarkan perawatan pelurusan rambut, yang sangat populer meski harganya bisa mencapai USD 500 atau sekitar Rp 6,7 juta.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.