twitter  
Profil  

Jumat, 07 September 2018 | 10:52 wib
Face Reshaping Tidak Sama dengan Mengubah Total Penampilan
 
Every beauty should be a masterpiece. Tiap perempuan memiliki kecantikan yang unik. Karakter diri yang kuat menjadi nilai tambah yang membuat perempuan semakin bernilai. Kalaupun ada tren seperti face reshaping ini seharusnya tidak mengubah ciri wanita tersebut.

Kata  dr Lany Juniarti Dipl. AAAM Founder dan President Director Miracle Aesthetic Clinic  Group, dalam face reshaping, kita harus mengetahui jenis perawatan yang tepat untuk setiap karakter wajah. ''Tidak asal mengubah, menambah, atau mengurangi bentuk wajah tanpa  memperhitungkan rasio-rasio  kecantikan. Ini semua agar proporsional dan tetap terlihat natural,'' kata Lany.

Saat ini banyak terjadi kasus facial overfilled syndrome, kondisi ketika wajah seseorang terlalu  berlebihan mendapat suntikan filler yang membuatnya tidak terlihat ideal atau natural. Contoh yang sering dibicarakan adalah kasus Pillow Face, kondisi dimana cairan filler terlalu banyak yang dimasukkan di area pipi dan membuat pipi sangat menonjol dan terlihat lebam.

''Harus kita ingat tujuan face reshaping adalah membuat wajah seseorang menjadi lebih ideal dan proposional, sehingga wanita bisa tampil lebih menarik, menunjukkan versi terbaiknya dengan tetap mempertahankan ciri khas karakter kecantikan individualnya,'' kata dr Lany Juniarti.

Di usianya yang ke 22 tahun Miracle Aesthetic Clinic percaya bahwa kecantikan wanita  Indonesia haruslah diapresiasi bukan semata-mata karena bentuk wajahnya, namun juga tetap  menghargai keragaman ''ethnic beauty'' yang terdapat pada berbagai suku di Indonesia. (Yosan Ardian / Editor : Windy Goestiana)
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.