twitter  
Profil  

Senin, 08 Oktober 2018 | 16:09 wib
Merajut Cinta dalam Pita Pink
 
Oktober dikenal sebagai Bulan Peduli Kanker Payudara. Angka kejadian kanker payudara masih relatif tinggi di Indonesia, yaitu 50 per 100 ribu penduduk menurut Riskesdas Kemenkes 2013. Bahkan, kanker payudara termasuk dalam 10 penyakit dengan kematian terbanyak pada perempuan di Indonesia.

Untuk menumbuhkan kesadaran perempuan di segala lapisan usia tentang kanker payudara, organisasi penyitas kanker payudara Reach to Recovery Surabaya bersama Rumah Sakit Onkologi dan Rotary mengadakan acara Merajut Cinta dalam Pita Pink (6/10) di lantai UG Lenmarc Mall, Surabaya.

Kata dr. Dwirani Rosmala Pertiwi, Sp.B dari RS Onkologi Surabaya, kanker payudara tidak hanya terjadi pada wanita saja. Para pria juga harus memahami hal ini agar mereka bisa mengingatkan perempuan yang ada di sekitarnya seperti ibu, saudara perempuan, istri, atau anak perempuannya.

Kata dr. Dwirani yang akrab disapa dr. Wiwin, kejadian kanker payudara sebenarnya bermula dari sel kita sendiri. Awalnya sel-sel baik itu berubah berubah menjadi sel bandel karena beberapa penyebab. ''Malam hari saat tidur, sel rusak yang ada di tubuh akan memperbaiki diri. Ketika kita tidak tidur, maka tidak ada kesempatan untuk sel tersebut untuk memperbaiki diri, dari situ bisa menjadi penyebab bandelnya sel yang menimbulkan kanker,'' kata dr. Wiwin. Penyebab lain juga bisa karena pola makan buruk; usia haid pertama di bawah 12 tahun; seorang ibu yang tidak menyusui; penggunaan kontrasepsi hormonal dan atau mendapat terapi hormonal dalam waktu lama; usia menopause lebih dari 55 tahun; pernah operasi tumor jinak payudara; riwayat radiasi dan riwayat kanker dalam keluarga, polusi, dan menjadi perokok aktif maupun pasif. Rokok 99,9 persen berkontribusi atas terjadinya kanker pada seseorang. Selain itu, 80 persen gen juga mempengaruhi. Sisanya kita harus merawat degan baik selama memiliki payudara yang sehat.

Ada 3 cara untuk mencegah atau mengurangi potensi terkena payudara, yaitu :
  • Hindari menambah berat badan ketika sudah ada di masa menopause. Berat badan yang terus meningkat ketika menopause, 80 persen akan mengubah sel menjadi kanker.
  • Menyusui, sarana yang sangat baik agar membuat payudara tahan untuk tidak terserang kanker.
  • Olahraga, meski hanya 10 persen dari kegiatan kita sehari-hari itu akan menambah kekebalan tubuh. Olahraga yang paling ideal adalah 3x seminggu. Bisa dilakukan hanya dengan 30 menit jalan pagi.

Dua langkah untuk mendekteksi kanker payudara:
  • Self Breast Exam, wanita harus peka terhadap tubuhnya. Pertama, di lihat terlebih dulu simetris tidaknya ukuran payudara. Dengan mengangkat tangan, kita akan tahu puting itu sejajar atau tidak. Puting yang tidak mengikuti gerakan tangan dan terkesan kaku, itulah yang perlu diperiksa. Kedua, ada kemerahan yang tidak gatal dan tidak sakit di payudara. Ketiga, puting yang terlihat seperi tertarik dan tidak kembali seperti semula. Keempat, payudara membengkak, pori-pori membesar seperti kulit jeruk. Kelima, pencet puting payudara, apabila mengeluarkan cairan, itu patut di periksakan.
  • Mammography, alat yang bisa amendeteksi kanker payudara dari ukuran yang sangat kecil.
Jadi kenali diri sendiri mulai sekarang, biasanya benjolan akan bisa dirasakan oleh orang yang masih awam ketika sudah berukuran 2 cm (dimana itu sudah masuk stadium 2). Ingat, tidak ada gejala bukan berarti tidak ada kanker. Kalau ada gejala, juga belum tentu itu kanker. Maka pastikan! (Naskah : Ninik Sholihatin / Foto : Yuna / Editor : Windy Goestiana)
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.