twitter  
Profil  

Selasa, 08 Mei 2018 | 10:38 wib
Pijat Bayi Lekatkan Cinta Ortu dan Anak


Untuk mendukung tumbuh kembang bayi dan balita tak hanya butuh nutrisi, stimulasi, dan imunisasi, tapi juga pijatan. Menurut Niniek Sutini, Master Fisioterapi, pijatan pada balita bisa membuat bayi lebih fokus, melancarkan penyerapan makanan, mengurangi kembung dan kolik, serta meningkatkan refleks menghisap. Selain itu, pijatan dapat merubah gelombang otak. Ketika bayi tidur lebih lelap, tubuhnya memproduksi hormon pertumbuhan.



Stimulasi pijat bayi harus dilakukan dalam kondisi yang menyenangkan. Saat memijat juga melakukan stimulasi lainnya seperti berkomunikasi dengan bayi atau memutarkan musik yang disenangi. Dengan begitu bayi akan merekam memori menyenangkan ketika hendak dipijat.



''Yang paling penting selalu lihat respon bayi. Apabila bayi menunjukkan tanda-tanda kurang nyaman atau menangis, maka kita harus menghentikan pijatan, mengecek penyebab bayi menangis. Apakah karena bayi BAK, BAB, pijatan terlalu keras, atau bayi tidak nyaman dengan jenis pijatan tertentu. Setelah yakit bayi dalam keadaan nyaman kembali, baru kemudian boleh melanjutkan pijatan. Bila bayi tidak nyaman dengan pijatan, maka kita tidak boleh memaksakan pijatan pada bayi,'' kata Niniek dalam acara workshop pijat bayi yang diadakan She Radio dan Transpulmin di Fave Hotel Surabaya, Minggu (6/5/2018).



Untuk persiapan :
Bayi dalam keadaan kenyang, paling cepat 1 jam sesudah makan.
Bayi tidak dalam keadaan menangis atau rewel sekali
Cuci tangan, lepaskan perhiasan, dan jangan berkuku panjang
Ruangna cukup ventilasi dan penerangan
Pakai alas yang bersih, rata, dan tidak kasar
Ambil posisi yang nyaman
Bisa memakai minyak zaitun atau pelumas yang sesuai
Untuk minyak, pilih yang tidak wangi, non alergik, dan punya daya pelembab tinggi. Pijat dengan minyak lebih berhasil dibanding yang tidak menggunakan minyak.
Sebaiknya orangtua menyediakan 15 menit ke depan khusus untuk bayinya tanpa terganggu apapun.



Selama pijat :

Adakan komunikasi lewat pandangan, ucapan lembut, nyanyian.
Awali dengan sentuhan ringan pada daerah yang kurang sensitif seperti kaki.
Tambahkan pelumas sesuai kebutuhan.
Tanggap terhadap isyarat bayi seperti rewel atau menangis.
Hindari mata bayi dari pelumas.
Hindari ruangan yang terlalu dingin atau berangin.
Hindari memijat bayi langsung setelah makan.
Hindari membangunkan bayi khusus untuk pijat.
Hindari memijat dalam kondisi bayi tidak sehat.
Hindari memaksakan posisi tertentu pada bayi.
Hindari memijat bayi yang demam.



Mulailah pijatan dari Kaki dengan mengurut punggung kaki dari bawah menuju atas. Gerakan ini melancarkan peredaran darah ke jantung. Kemudian urut telapak kaki dengan tekanan lembut, dan urut jari-jari kaki dengan lembut. Kaki termasuk bagian yang tidak menimbulkan penolakan pada bayi untuk dipijat. Setelah dari punggung kaki lalu pijat ke betis dengan gerakan tangan mengurut ke bawah. Gerakan memijat betis ini harus simultan ke paha. Gunakan seluruh telapak tangan untuk menjangkau seluruh bagian paha dengan cara pijat memutar secara lembut.



Setelah paha, mulailah memijat perut dengan arah putaran jarum jam ke bawah untuk melancarkan pencernaan. Kemudian pijat bagian dada dengan gerakan membentuk hati ke dalam. Setelah itu barulah memijat bagian lengan, dan punggung. Untuk gerakan memijat punggung dengan tekanan tiga jari ke arah bawah. Kemudian lakukan gerakan seperti mengusap ke arah dalam bergantian tangan kanan dan kiri dari atas pantat ke punggung atas. Setelah itu pijat wajah dengan gerakan memutar dari kening sampai ke dagu dengan lembut. Terakhir pijat lembut kepala bayi dan hindari bagian yang masih lunak.



Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.