twitter  
Profil  

Sabtu, 27 Januari 2018 | 10:36 wib
Ternyata Ada Banyak Jenis Pelecehan Seksual
Teman SHE tahukah Anda kalau siulan, main mata, komentar atau ucapan bernuansa seksual, mempertunjukkan materi-materi pornografi dan keinginan seksual, colekan atau sentuhan di bagian tubuh, gerakan atau isyarat yang bersifat seksual, itu semua bentuk pelecehan seksual?

Tindakan tersebut mengakibatkan rasa tidak nyaman, tersinggung, merasa direndahkan, dan mungkin hingga menyebabkan masalah kesehatan dan keselamatan.

Menurut Komnas Perempuan, pelecehan seksual bukan semata tentang seks. Inti dari masalah ini adalah penyalahgunaan kekuasaan atau otoritas, meskipun pelaku mungkin mencoba untuk meyakinkan korban dan dirinya sendiri bahwa hal yang ia lakukan sebenarnya adalah ketertarikan seksual dan keinginan romantis semata.

Kebanyakan pelecehan seksual dilakukan oleh laki-laki terhadap perempuan. Namun, ada juga kasus pelecehan perempuan terhadap laki-laki, dan juga dengan sesama jenis (baik sesama laki-laki maupun perempuan).  

Menurut kategorinya, pelecehan seksual dibagi menjadi 5 jenis, yaitu:
  1. Pelecehan gender: Pernyataan dan perilaku seksis yang menghina atau merendahkan wanita. Contohnya termasuk komentar yang menghina, gambar atau tulisan yang merendahkan wanita, lelucon cabul atau humor tentang seks atau wanita pada umumnya.
  2. Perilaku menggoda: Perilaku seksual yang menyinggung, tidak pantas, dan tidak diinginkan. Contohnya termasuk mengulangi ajakan seksual yang tidak diinginkan, memaksa untuk makan malam, minum, atau kencan, mengirimkan surat dan panggilan telepon yang tak henti-henti meski sudah ditolak, serta ajakan lainnya.
  3. Penyuapan seksual: Permintaan aktivitas seksual atau perilaku terkait seks lainnya dengan janji imbalan. Ini mungkin dilakukan secara terang-terangan atau secara halus.
  4. Pemaksaan seksual: Pemaksaan aktivitas seksual atau perilaku terkait seks lainnya dengan ancaman hukuman. Contohnya seperti evaluasi kerja yang negatif, pencabutan promosi kerja, dan ancaman pembunuhan.
  5. Pelanggaran seksual: Pelanggaran seksual berat (seperti menyentuh, merasakan, atau meraih secara paksa) atau penyerangan seksual.   
Menurut perilakunya, pelecehan seksual dibagi menjadi 10 jenis, 
  1. Komentar seksual tentang tubuh seseorang
  2. Ajakan seksual
  3. Sentuhan seksual
  4. Grafiti seksual
  5. Isyarat seksual
  6. Lelucon kotor seksual
  7. Menyebarkan rumor tentang aktivitas seksual orang lain
  8. Menyentuh diri sendiri secara seksual di depan orang lain
  9. Berbicara tentang kegiatan seksual sendiri di depan orang lain
  10. Menampilkan gambar, cerita, atau benda seksual
Apa yang harus dilakukan jika teman SHE merasa dilecehkan?

Tidak cara yang sama untuk menanggapi pelecehan. Setiap situasi berbeda bentuknya, dan hanya kita yang dapat mengevaluasi masalah dan memutuskan respon terbaik. Yang jelas, mengabaikan pelecehan tidak akan menyebabkan masalah hilang begitu saja. Yang paling penting adalah jangan sesekali menyalahkan diri sendiri atas masalah yang terjadi, karena ini bukan salah diri kita. Tempatkan kesalahan pada tempatnya, yaitu di orang yang telah melecehkan Anda. Menyalahkan diri sendiri dapat menyebabkan depresi dan hal itu tidak akan membantu dalam menghadapi situasi.

Berbagai strategi yang dapat dilakukan:
  1. Mengatakan ''tidak'' kepada peleceh secara tegas.
  2. Beri tahu seseorang atas peristiwa yang menimpa kamu, jangan menyimpannya untuk diri sendiri. Dengan berdiam diri, masalah tidak akan terselesaikan.
  3. Kemungkinan yang dapat membantu adalah bahwa kamu bukan satu-satunya korban yang dilecehkan.
  4. Berbicara dapat membantu dalam menemukan dukungan dan juga melindungi orang lain agar tidak menjadi korban selanjutnya.
  5. Mencari tahu siapa yang bertanggung jawab untuk menangani pelecehan di daerah atau lokasimu. Hampir semua organisasi memiliki kebijakan untuk kasus pelecehan seksual.
  6. Jika kamu mengalami tekanan psikologis yang parah, kamu mungkin dapat berkonsultasi pada psikolog atau terapis yang profesional akan kesehatan mental dan mengerti masalah yang disebabkan oleh pelecehan seksual.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.