twitter  
Profil  

Kamis, 17 Mei 2018 | 13:56 wib
Program 3 Akhiri untuk Selamatkan Perempuan Indonesia
Ada 1 dari 3 perempuan Indonesia usia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan. Parahnya, kekerasan itu kerap dilakukan pasangan maupun di lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak membuat progam ''3 Akhiri'' atau Three Ends.

Menurut Muhammad Ihsan, Asisten Deputi Partisipasi Lembaga Profesi dan Dunia Usaha Kementerian PPA, program 3 Akhiri itu diantaranya, Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, Akhiri perdagangan manusia, dan Akhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan. 

Berdasar survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional yang dilaksanakan KPP-PA dan BPS diketahui, pendapatan dan kesempatan bekerja bagi perempuan 59 persen di bawah laki-laki. Perempuan juga mendapatkan upah setengah dari yang diterima laki-laki. Belum lagi, pengangguran perempuan lebih banyak dari laki-laki. Padahal, kebutuhan perempuan akan akses pendidikan dan pelatihan lebih besar dari laki-laki. Inilah pekerjaan rumah besar yang harus dicarikan solusi segera karena bisa membabat habis potensi dan peran perempuan dalam kemajuan Indonesia.

Satu diantara solusi program 3 Akhiri adalah dengan memberdayakan perempuan secara ekonomi melalui dunia usaha. ''Banyak perusahaan-perusahaan besar yang menggagas CSR (corporate social responsibility) atas inisiatif masing-masing. Dalam kesempatan ini Kementerian PPA ingin semua pihak bersinergi untuk membantu memberdayakan perempuan dan melindungi anak-anak Indonesia,'' kata Ihsan dalam Forum Three Ends di Hotel Wyndham Surabaya (17/5).

Ihsan mencontohkan sebuah bank yang memberi dana CSR Rp 1 miliar kepada Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil untuk meningkatkan daya saing pra sejahtera melalui micro financing. Sedangkan program CSR untuk perlindungan anak diantaranya memberikan advokasi, fasilitas, dan sosialisasi untuk melindungi anak-anak dari kekerasan, kemudian menyediakan tenaga profesional serta sarana dan prasarana untuk membantu anak-anak bertumbuh kembang secara sehat dan aktif, tak ketinggalan memberi bantuan sosial untuk anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.