twitter  
Profil  

Kamis, 07 Juni 2018 | 12:48 wib
Jangan Ragu Laporkan Pelecehan Seksual


Sampai kapan perempuan jadi korban pelecehan?


Menurut ulasan BBC Indonesia, kasus pelecehan di dunia maya atau cyber harassment menjadi kasus kekerasan terbanyak kedua yang dilaporkan ke Komnas Perempuan. Menurut Sri Nurherwati, Komisioner Komnas Perempuan, tindakan Via mengumumkan pelecehan yang menimpanya ke media sosial adalah tindakan tepat.

Baru-baru ini Via Vallen mengunggah screenshot pesan yang dia terima di Instagram pada Selasa Malam, 4 Juni 2018. Pesan itu berbunyi, ''I want u sign for me in my bedroom, wearing sexy clothes''.

Menurut catatan tahunan Komnas Perempuan tahun 2018, kekerasan terhadap perempuan berbasis siber muncul ke permukaan dengan masif, tapi kurang dilaporkan dan ditangani. Sri Nurherwati meminta agar para perempuan-perempuan yang mengalami kasus serupa untuk tidak diam. Langkah pertama, korban dapat menegaskan ketidaksukaan atas pesan yang didapatkannya. Selanjutnya, dapat memproses secara hukum dan mengakses layanan konseling.

Kasus ini mengingatkan pada kampanye #metoo di Amerika yang begitu gencar hingga panggung Grammy, Golden Globe, dan Oscar. Saat Harvey Weinstein, produser film Hollywood dilaporkan telah melakukan pelecehan pada banyak aktris seperti Angelina Jolie, Salma Hayek, Gwyneth Paltrow, dan masih ada 83 korban lainnya.

Tidak ada satupun perempuan yang pantas menjadi korban pelecehan dan kejahatan seksual. Lawan pelakunya dan respek pada korban.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.