twitter  
Profil  

Selasa, 03 Juli 2018 | 14:41 wib
5 Cara Deteksi Kebohongan
Tidak ada kejahatan yang sempurna, begitu juga dengan kebohongan. Berbekal penjelasan dari Mark Bouton, agen FBI yang menulis buku ''How to Spot Lies Like the FBI'', kita bisa mendeteksi kebohongan dan mata, bibir, dan wajah. Sebelum memulai 'investigasi', lakukan obrolan ringan santai yang tidak menyelidik hanya untuk mengamati reaksi seseorang saat mereka bicara jujur. Sehingga saat mereka berbohong, Anda tahu perbedaannya.

Berikut lima petunjuk dari Mark Bouton :

Kedipan mata. Perasaan hati yang tak nyaman akan tampak dari kedipan mata. ''Seseorang biasanya berkedip sekitar lima atau enam kali per menit atau setiap 10 atau 12 detik sekali. Namun ketika stres misalnya ketika seseorang tahu dia berbohong, dia akan berkedip lebih banyak biasanya enam kali secara berurutan,'' kata Mark. Kecuali bagi orang dengan beberapa riwayat penyakt seperti Parkinson dan Schizofrenia. Tingkat kedipan orang dengan riwayat penyakit tersebut akan lebih cepat dari orang biasanya.

Hitung berapa lama orang menutup mata. Kecepatan mata normal berkedip sekitar 100 hingga 400 milidetik atau 0,10 hingga 0,40 detik per kedipan. Bila lawan bicara Anda menutup mata selama satu atau dua detik, ini mungkin menjadi tanda orang tersebut tengah menutupi sesuatu pada Anda. Menutup mata menurut Mark merupakan mekanisme pertahanan alami dari tubuh manusia. Oleh karena itu, ketika seseorang merasa tidak nyaman, ia akan berkedip lebih lama dari biasanya.

Perhatikan arah bola mata. ''Ketika Anda bertanya kepada orang yang normal, dalam artian bukan orang kidal tentang kejadian masa lalu, maka orang itu akan mengakses ingatannya tentang insiden itu dengan melihat ke arah depan. Namun jika dia melihat ke atas dan ke kanan, maka dia bukan mengakses ingatan masa lalu melainkan mengakses imajinasinya untuk menciptakan sebuah jawaban dari pertanyaan Anda,'' kata Mark. Namun orang yang kidal biasanya memiliki reaksi yang berlawanan.

Perhatikan bibirnya. Menurut Mark, mulut seseorang akan kering ketika ia mengatakan sebuah kebohongan. ''Maka dia mungkin akan melakukan gerakan mengisap atau mengerucutkan bibirnya untuk mengatasi bibir keringnya tersebut,'' kata Mark.

Menggaruk wajah. Ketika seseorang menggaruk wajah saat Anda mengajukan pertanyaan maka bisa jadi itu adalah tanda bahwa ia sedang berbohong. Mark menjelaskan bahwa reaksi kimia pada wajah ketika seseorang hendak berbohong akan menyebabkan wajah seseorang menjadi gatal hingga mereka akan menggaruknya.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.