twitter  
Profil  

Kamis, 19 Juli 2018 | 13:27 wib
Ilmuwan Perempuan dari Asia-Afrika Berkumpul di Surabaya
 
Nusiba Mohammed Modawe, PhD, adalah satu dari sedikit perempuan Sudan yang berhasil menjadi doktor di bidang ilmu kimia. Perjuangan Nusiba untuk meraih pendidikan tinggi sungguh tak mudah. Untuk berkuliah saja, Nusiba harus ditemani seseorang demi keamanan. Selain itu, ada banyak anggota keluarga yang menentang keinginannya untuk terus bersekolah. Menurut mereka, peran perempuan cukuplah di ranah domestik saja.

''Kalau tidak ada ibu dan ayahku yang memberikanku dukungan penuh, mungkin aku sudah berhenti. Selain dukungan mereka, keinginanku untuk terus menjadi dosen di Sudan dan berbagi pengetahuan dengan generasi disana membawaku meraih gelar PhD ini,'' kata Nusiba yang menyelesaikan gelar PhD di Universiti Putra Malaysia (UPM). 

SHE Radio berkesempatan bertemu dengan Nusiba di acara peresmian Organization for Women in Science for Developing World (OWSD) Indonesia National Chapter di Surabaya (19/7).

Nusiba mengatakan, ilmu pengetahuan merupakan 'amunisi' penting bagi perempuan untuk memberdayakan dirinya. ''Dengan pengetahuan dan koneksi kita bisa mendapat pekerjaan lebih baik, memberdayakan komunitas, dan berkolaborasi memberi perubahan yang baik untuk bumi,'' kata Nusiba.

OWSD merupakan organisasi nonprofit yang menaungi ilmuwan perempuan di negara maju maupun negara berkembang. Tujuan dari dibentuknya OWSD untuk memberikan kesempatan bagi para ilmuwan perempuan agar bisa saling berkolaborasi dan saling mendukung kemajuan pengetahuan di masing-masing negara. Khusus untuk Indonesia, OWSD Indonesia National Chapter dipimpin oleh Sri Fatmawati, PhD.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.