twitter  
Profil  

Kamis, 08 November 2018 | 17:42 wib
Saat 22 Perempuan ''Memilih Bahagia''


Writing is healing.

Bagi sebagian orang, menulis itu bisa menjadi terapi pemulihan diri. Begitu juga tujuan menulis bagi 22 perempuan yang kompak membukukan kisahnya dalam judul ''Aku Memilih Bahagia''. Buku setebal 298 halaman ini bercerita tentang ketegaran perempuan menghadapi tekanan hidup, memenangkan pekerjaan, mengatasi kesulitan ekonomi, menegakkan harga diri, menghadapi perselingkuhan suami, atau saat menghadapi kematian orang-orang terkasih.

Buku ''Aku Memilih Bahagia'' ini merupakan buku ketiga dari serial ''Hidup Ini Indah, Beib'' (HIBB) yang digagas pertama kali oleh Wina Bojonegoro, Didi Cahya, dan Heti Palestina. Seri kali ini terbit setelah seri pertama pada 2014 berjudul sama, lalu seri Womenpreneur berjudul ''Otot Kawat Balung Wesi'' pada 2016.

Sesuai serinya Single Fighter Women, semua tulisan esai ini dihasilkan dari perempuan yang 'single' . Single di sini tidak hanya sebagai single status, melainkan ada makna lain.

Wina Bojonegoro dari Padmedia penerbit buku, yang juga salah satu penulis mengatakan, dibutuhkan waktu nyaris tiga tahun untuk menyelesaikan buku ''Aku Memilih Bahagia''. ''Kesulitan utama, tidak seluruh penulis memiliki keterampilan menulis, jadi harus choaching beberapa kali,'' ujarnya.

Kesulitan berikutnya, para penulis berasal dari berbagai peran dan profesi. ''Ada dosen, pengacara, tour guide, visual artist, pengusaha, motivator, psikolog, penyiar radio, akupunkturis, travel agent, dan lainnya,'' kata Wina. Para penulis juga tinggal di berbagai kota bahkan ada yang tinggal di luar negeri. Sehingga koordinasi dilakukan secara maya, baik WhatsApp maupun email.

Menariknya seluruh tulisan dalam buku adalah kisah nyata penulis yang mungkin tidak pernah diketahui orang lain. ''Ada juga kisah perempuan yang memberanikan diri memilih sebagai single parent,'' kata Wina.

Saat membaca buku ini kita bisa belajar dari pengalaman dan perasaan penulisnya tanpa kita perlu mengalami. Belajar dari kesalahan orang lain juga cara efektif untuk mendewasakan diri.

''Sisi positif proyek menulis ini adalah healing therapy. Perempuan butuh curhat. Itu wajar. Kali ini kami mengajak para perempuan menulis untuk menyembuhkan diri dari luka-luka dan kepedihannya. Jika mereka berhasil melalui tantangan menulis untuk menyembuhkan diri, selanjutnya mereka akan tersenyum,'' katanya.

Buku ''Aku Mimilih Bahagia'' ini diluncurkan Kamis (8/11/2018) di Ciputra World Surabaya bekerjasama dengan She Radio. Menandai peluncuran, digelar talkshow tentang proses kreatif menulis buku dari cerpenis Vika Wisnu, dan editor Heti Palestina Yunani. Selain itu juga ada fashion parade ala penulis yang memakai busana kreasi warna ungu sesuai warna dominan buku mereka.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.