twitter  
Profil  

Selasa, 27 November 2018 | 12:09 wib
''A Story of Wounds'' Bawa Pesan Tentang Kekerasan Pada Perempuan
''Setiap harinya ada 35 perempuan di Indonesia mengalami kekerasan seksual.'' Berangkat dari fakta inilah Jessi Monika, menulis naskah pertunjukkan musical A Story of Wounds.

A Story of Wounds merupakan drama musikal berbahasa Inggris yang berkisah tentang pelukis perempuan yang menikahi pria (yang awalnya tampak baik) dari keluarga baik-baik. Dalam perjalanan kisah diceritakan si pelukis ini semakin struggle menjalani pernikahannya. Ternyata pelukis ini terjebak dalam hubungan pernikahan yang penuh kekerasan. Tiada hari tanpa siksaan dari suami dan bahkan dia mengalami kekerasan seksual oleh suaminya sendiri. Bahkan dalam adegan tertentu, ditampilkan juga bagaimana tokoh suami melukai istri dengan mencengkeram pergelangan tangan, mendorong hingga ilustrasi memperkosa secara paksa. Inspirasi cerita ini datang dari kisah nyata yang dikisahkan penyintas yang ditemui Jessi.

Sebagai perempuan, kita seringkali disuguhi adegan kekerasan terhadap perempuan dimanapun itu. Kata Jenny, faktanya suka atau tidak suka kita, perempuan, harus mengakui kisah-kisah seperti A Story of Wounds memang ada di sekitar kita. Jenny berharap dengan menyaksikan pertunjukkan musiknya, ada banyak perempuan yang bisa mengambil sikap apabila tertimpa kejadian semacam itu.

Sedangkan kesulitan untuk yang dialami selama proses syuting kalau kata Stefanny Irawan selaku sutradara, bagaimana meratakan kemampuan para actor dan aktris sehingga bisa bersama mementaskan kisah ini secara apik. Memahami issue kekerasan seksual dalam rumah tangga pun juga yang harus aktor dan aktris pementasan ini pahami, yang awalnya para aktor belum memahami bagaimana kekerasan seksual di dalam rumah tangga, kini semua lebih mengetahui bagaimana seluk beluknya. Persiapan dari seluruh pendukung acara dimulai sejak pertengahan Agustus 2018 dengan latihan vokal, penguasaan naskah, blocking dan lain-lain.

Pertunjukan ini digelar di Petra Little Theater, Gedung B lantai 2 Kampus Utama Universitas Petra Surabaya tanggal 21-24 November 2018. (Deedee Dinata / Editor : Windy Goestiana)
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.