twitter  
Profil  

Senin, 10 Desember 2018 | 12:52 wib
''Walk With Me'' Kisah Nadya Hutagalung Membantu Orangutan
{jpg*1

Nadya Hutagalung sudah lama aktif dalam kampanye melindungi orangutan. Baru-baru ini Nadya juga merilis buku berjudul ''Walk with Me'' yang menuangkan cerita personal dan berbagai kampanyenya untuk isu-isu lingkungan.

Hasil dari penjualan buku setebal 348 halaman ini akan didonasikan ke Yayasan Ekosistem Lestari, organisasi nirlaba yang fokus pada isu-isu lingkungan dan pengembangan masyarakat, terutama mereka yang tinggal berdekatan dengan kawasan konservasi orangutan di Sumatera.

Nadya Hutagalung mulai mengerjakan buku ini sejak 2015. Ia ingin menceritakan perjalanan kariernya selama lebih dari 30 tahun. Wanita berusia 44 tahun ini bercerita tentang awal karir di dunia model hingga keterlibatannya dalam aktivitas di dunia lingkungan.

''Secara garis besar menurut saya sangat penting untuk mengerti bagaimana semua makhluk hidup bisa bersatu. Kita semua tinggal di planet yang sama dan kita harus kerja sama,'' kata Nadya.

Dalam buku ini, Nadya juga mengangkat peran orang-orang yang penting dalam hidupnya. Seperti sosok Desmond Koh yang tak lain suaminya, serta sosok orang tuanya, Ricky Hutagalung dan Dianne Thompson, beserta teman dekatnya. Dalam buku ini, Nadya menunjukkan foto wajah anak-anaknya Tyrone, Fynn, Nyla ke publik untuk pertama kalinya.

''Saya hanya ingin menunjukkan paket lengkap, ini kehidupan saya. Mereka adalah bagian penting dari kehidupan saya,'' kata Nadya. Bukan hanya mengenai karier dan keluarga, Nadya juga menggambarkan perjalanan hidupnya melalui karya fotografi Davy Linggar. Mereka pergi ke berbagai tempat yang memiliki makna penting untuk Nadya, termasuk Jakarta, Ubud, Singapura, Medan, Nepal, dan Kenya. Melalui foto-foto ini, Nadya juga mendiskusikan beberapa isu preservasi lingkungan dan konservasi satwa yang menjadi fokus dari tugasnya sebagai UN Environment Goodwill Ambassador.

Buku ini diformat sebagai coffee table book, dengan ukuran yang cukup besar dan sampul keras. Buku dijual dengan harga Rp 1,75 juta dan hanya dijual di The Papilion Duo di Indonesia. Dia bekerja sama dengan Didit Hediprasetyo sebagai direktur kreatif, Winda Malika Siregar sebagai direktur editorial, dan Boedi Basoeki sebagai penerbit.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.