twitter  
Profil  

Rabu, 27 Juni 2018 | 06:00 wib
Menilik Gaya Fashion Yang Semakin Muda
Tren fashion saat ini semakin muda saja. Apa yang harus kita pilih?

Seiring waktu berjalan, generasi Millenial dan iGen akan mendominasi pasar retail dan menjadi konsumen potensial yang ikut mengarahkan tren fashion di masa depan. Pergerakan tren fashion masa kini mulai meninggalkan hal-hal bersifat kuno dan tidak praktis. Generasi Millenial dan iGen sangat dekat dengan teknologi. Mereka tipe generasi cepat menyerap informasi, multitasking, sigap menjalani perubahan, mengutamakan individualitas, serta memiliki pola pikir global. Setelah dicermati bahkan gaya berpakaian beberapa wanita modern di Indonesia dengan rentang umur 35 hingga 50 tahun juga telah bergeser memiliki kecenderungan lebih kekinian, sangat aktualisasi dengan memilih menggunakan pakaian dan aksesoris simpel, nyaman dalam pakaian bekerja maupun sehari-hari. 

Fenomena inipun dibaca beberapa luxury fashion brand (yang jadi tolok ukur brand ready-to-wear) untuk ikut mengganti haluan arah style walaupun tidak mengubah karakter brand mereka. Para luxury fashion brand sangat menyadari bahwa generasi yang akan menjadi konsumen selanjutnya memiliki perilaku dan minat berbeda jauh dengan sebelumnya.

Mau tak mau mereka mengubah aliran trend, desain, marketing, juga promosi agar retail selling dapat lebih efektif. Sebut saja Louis Vuitton, Gucci, Chanel yang memiliki penggemar dan pengguna terbanyak di dunia mulai menciptakan koleksi fashion yang lebih segar dan muda. Gucci baru saja merilis koleksi terbaru Do It Yourself (DIY) untuk menyalurkan ide self-expression di tas maupun sepatu sneakers dengan menggunakan huruf inisial nama dari berbagai warna dan jenis kulit yang dapat dipilih.

Selain itu, Gucci juga memiliki beragam koleksi sepatu sneakers yang menarik dan salah satunya koleksi terbaru bernama Chunky SEGA Crystal Sneakers, chunky sneakers yang sempat tren di tahun 90an kembali dipopulerkan di tahun 2018 ini, Gucci juga menggunakan lisensi huruf font SEGA, sebuah game provider yang terkenal pada 80an, tentunya penggunaan huruf ini Gucci telah mengantongi ijin dari SEGA Holdings Co., Ltd.

Sedangkan Louis Vuitton yang menjadi luxury fashion brand No.1 menurut analisa Millward Brown Optimor, juga memiliki aliran desain menyegarkan dan menyajikan koleksi-koleksi andal seperti monogram canvas untuk tas, sepatu, dan aksesoris lainnya. Harapannya, koleksi tersebut bisa menarik minat dan perhatian para generasi muda. Bahkan Louis Vuitton sempat merilis tas pinggang monogram LV yang dipakai sebagai tas selempang di punggung. Mereka juga mengajak style icon maupun selebriti menggambarkan konsumen masa kini maupun yang berasal dari generasi Baby Boomers atau Generasi X dengan ekspresi dan gaya modern kontemporer.
 
Tips singkat untuk Teman She dengan adaptasi aliran atau gaya fashion terkini

Yang utama, jangan memaksakan mode yang belum tentu cocok untuk teman She. Seperti contohnya tubuh berukuran kecil atau petit tidak sesuai dengan tas large tote walaupun sedang diminati. 

Pilihlah jenis sepatu sneakers yang sesuai bagi bentuk dan panjang kaki teman She, bentuk telapak kaki yang lebar dan besar tentunya kurang sesuai jika menggunakan sneakers dengan removable patches (gambar 1)

Padu padankan pakaian dan aksesoris teman She secara beragam dan tidak wajib seluruhnya dari tren terkini, misalnya kaos polos putih dengan celana track hitam bergaris putih di sisi yang dikombinasikan tas selempang rantai dan heel pumps bervariasi warna.


Tentang Janet Teowarang
Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya.Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia di sektor Fashion dan Textile.Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.