twitter  
Profil  

Rabu, 04 Juli 2018 | 06:00 wib
Fashion dan Traveling Tren yang Tak Pernah Habis
Biaya perjalanan yang semakin terjangkau, membuat minat traveling meningkat signifikan dari waktu ke waktu. Bahkan di sosial media para fashionista gencar mengekspos destinasi perjalanan mereka lengkap dengan penampilan padu padan mode terkini.

Keberhasilan seseorang menampilkan sesuatu yang sedang hype, menarik perhatian, dan menambah pamor seolah jadi kebutuhan masa kini. Kesempatan inilah yang dibaca para public figure, influencer dan peminat fashion yang ingin eksis di dunia maya.

Berbagai kamera keren ikut menjadi hal yang 'fashion' di luar gaya berpakaian itu sendiri. Para pemburu eksistensi diri ini seringkali menyesuaikan pakaian dengan lokasi perjalanan. Baik itu area pantai, gunung, perkotaan, dan bahkan musim yang mempengaruhi. Beberapa teman saya mengakui, demi mendapatkan hasil foto yang bagus, mereka telah menentukan lokasi dan jenis pakaian yang saling
menunjang.

 
Mereka rela menyiapkan padu padan pakaian setiap harinya di koper bawaan. Bahkan ada juga yang membawa koper kosong dengan target berbelanja di luar negeri. Tujuannya? Tentu saja untuk mendapatkan koleksi fashion yang lebih baru dan terkini dibandingkan di Indonesia. Teman SHE tentu tahu ada beberapa figur high profile atau sosialita yang menggunakan pesawat, akomodasi dan layanan terbaik sebagai rangkaian perjalanan mereka. Semua itu diunggah ke sosial media sebagai publistas diri ataupun promosi endorsement maskapai dan agen perjalanan.

Satu diantara destinasi yang menjadi favorit wisatawan Indonesia adalah Jepang, negara
yang populer dengan gaya fashion Harajuku. Lolita juga merupakan pusat mode di dunia selain Paris, Milan, London dan New York. Di Indonesia, tren mode Jepang sangat diminati. Berbagai brand dan desainer lokal pun berupaya menyajikan gaya minimalis Jepang hingga pengaruh besar perhelatan Tokyo Fashion Week menjadi inspirasi koleksi fashion mereka.

Pada Desember 2014 lalu, saat ada kemudahan bagi WNI pemegang e-passport bisa mengunjungi
Jepang tanpa visa untuk kunjungan turis selama 15 hari, kesempatan ini sangat dimanfaatkan para pengguna sosial media secara fashionable. Satu diantara tren mode wajib saat berada di Jepang adalah bergaya mengenakan Yukata atau Kimono dengan sentuhan modern.


Tips dan trik untuk mempersiapkan fashion outfit saat traveling:
  1. Googling secara detil negara dan kota yang akan teman She kunjungi. Pilih dan rencanakan lokasi yang akan dikunjungi, pelajari tempatnya juga jangan lupa ketahui do's and dont's.
  2. Setelah merencanakan lokasi-lokasi yang akan dikunjungi, pilihlah padu padan pakaian yang disesuaikan, bila tempat tidak mengizinkan pakaian yang terlalu terbuka, lebih baik mematuhi peraturan yang ada.
  3. Pastikan pakaian yang digunakan saat berfoto cukup nyaman juga untuk menikmati rute jalan-jalan teman She. Bawalah light cabin size trolley bag jika ingin berganti baju atau membawa aksesoris tambahan selama berjalan - jalan untuk menghemat waktu dan biaya tanpa bolak balik ke tempat kediaman atau hotel.
  4. Bila akan berbelanja di tempat tujuan, gunakan cara sensible shopping dengan padu padan jenis pakaian yang bisa mendapatkan beberapa tampilan tanpa over styling, dan tidak menyebabkan overweight baggage.
  5. Untuk traveling kali ini, teman She memerlukan berangkat bareng dengan sahabat-sahabat yang akan membantu foto dan persiapannya. Selain itu juga bisamemberikan masukan bermanfaat, jadi no single traveler this time.

Tentang Janet Teowarang
Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia di sektor Fashion dan Textile. Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.