twitter  
Profil  

Rabu, 01 Agustus 2018 | 06:00 wib
Intip Gaya Modis 3 Mahasiswa UC Karin, Valen, dan Lian
Berpakaian yang keren dan stylish ternyata dapat memberikan energi positif dan meningkatkan kepercayaan diri. Saat energi positif mengalir ke seluruh tubuh otomatis suasana hati jadi senang dan kita lebih produktif.

Sebagai seorang dosen fashion, saya sering memperhatikan penampilan beberapa mahasiswa saya yang cukup fashionable juga terampil dalam padu padan fashion pieces bergaya vintage (milik ibu dan nenek) dengan yang sedang tren. Menurut saya mereka sangat inspiratif karena memiliki individual style tanpa menjadi korban mode.

Edisi minggu ini saya mengajak tiga mahasiswa Universitas Ciputra untuk berbagi cerita dan tips tentang campus style mereka. Karin Theodora (21), Valencya Octory (22), dan Lian Klesia (21) adalah para millenials yang bisa menjadi panutan teman SHE untuk memulai semester baru perkuliahan ini. Ketiga mahasiswa fashion ini memiliki beberapa tanggapan berbeda tentang pentingnya menjadi seorang yang
modis.

Dok.Pribadi Karin Theodora
Menurut Karin menjadi fashionable adalah salah satu cara untuk mengekspresikan karakter serta kepribadian dirinya, dan bukan untuk mengesankan orang lain. Karin merasa percaya diri berkreasi dengan berbagai fashion pieces yang dimiliki dan tidak mesti membeli koleksi baru setiap pergantian musim atau tren. Saran Karin untuk personal styling dan padu padan : challenge yourself to be creative!

Dok.Pribadi Valencya Octory 
Sedangkan bagi Valen menjadi fashionable sangat penting karena berada di industri fashion wajib tampil kredibel. Juga bila ada pertemuan atau acara yang bersifat mendadak tidak perlu cemas karena selalu terlihat stylish dan fresh.

Dok.Pribadi Lian Klesia
Lian juga mengutarakan yang sama bahwa pentingnya menjadi fashionable untuk menunjukkan personal style trademark dan tidak terlalu menggilai tren. Lian memilih untuk berekspresi bebas agar lebih terlihat menarik dan unik.

Menjadi mahasiswa tentunya tidak terlepas dari bangun pagi walau lembur pada malam hari karena mengerjakan tugas. Biasanya wajah kita akan kusam dan tubuh akan cenderung lemas jika kurang memperhatikan manajemen waktu antara kuliah dan istirahat. Namun bagi Karin wajib tidur 8 jam sehari dan beauty routine yang tidak boleh terlewatkan seperti menggunakan pelembab. Saat di kampus Karin
menggunakan natural dewy look make up dengan blush on tipis selain itu membawa lip tint dan matte lipstick di kesehariannya.

Beda dengan Valen yang mengikuti mood, di malam sebelumnya jika sedang ingin bereksperimen maka akan disiapkan menggunakan fashion emergency pieces miliknya. Untuk Lian akan mempersiapkan
ootd pada malam sebelumnya dan memastikan pakaiannya tidak kusut.

Karakter style Karin mengarah ke Korean Street Style mengkombinasikan gaya feminine cute dan bold sesuai dengan kepribadiannya yang kadang kalem juga bisa berani. Sebelumnya Karin pernah mencoba gaya barat namun tidak serasi dengan karakteristiknya. Valen memilih gaya sporty hingga street style karena nyaman dan dapat mudah beraktifitas terutama saat di kampus.

Ternyata Valen juga gemar memakai pakaian oversize yang tetap bergaya feminin sebab pakaian ketat cenderung mengganggu kenyamanan wanita terutama saat berada di area umum. Memiliki style yang dikreasikan sendiri merupakan pilihan Lian dengan menggunakan kombinasi warna monokromatik bergaya casual misalnya pakaian all black atau all white from head to toe.

Setiap wanita pasti mempunyai fashion emergency pieces jika butuh berpenampilan keren mendadak maka punya persiapan. Seperti halnya Karin memiliki beberapa pieces yaitu jaket, rok, dan celana denim, kemeja, blus berwarna putih juga kuning, 'The It Sunglasses', sling bag tentunya flat shoes dan sneakers. 

Valen juga berpikir sama dengan Karin memiliki jaket denim dan kemeja putih adalah suatu keharusan selain itu mom fit jeans merupakan celana jeans yang sedang tren di kalangan anak muda. Karena Lian
menyukai warna monokrom maka jaket denim dan sepatu Doc Martens nya wajib berwarna hitam. Seketika itu juga dapat mendongkrak penampilan Lian walau dengan pakaian yang sangat simpel. Fashion pieces yang selalu dipakai oleh Karin saat ke kampus adalah Fila sneaker shoes, sling bag dan wrist watch. 

Valen selalu menggunakan sneakers untuk berkuliah dan membawa jaket denim favorit. Tote bag hitam adalah fashion pieces yang selalu dibawa oleh Lian ke kampus karena memuat banyak barang agar praktis dan biasanya di tote bag tersebut ada detil printing sebagai titik fokus untuk tampilan lebih modis.

Tips style fashion memulai perkuliahan baru untuk teman SHE dari Karin:
  1. Gunakan pakaian yang kamu nyaman dan sukai, just be yourself.
  2. Eksplorasi gaya Korean Street Style karena sangat membantu untuk memadu padankan fashionable pieces dengan yang minimalis dan simpel.
  3. Eksplorasi gaya rambut yang mudah tapi bisa mengubah tampilan dalam sekejap karena dapat memberikan totalitas seluruh penampilan.
Tips style fashion memulai perkuliahan baru untuk teman SHE dari Valen:
  1. Menjadi keren di kampus bukan berarti memakai sesuatu yang luar biasa namun cobalah untuk beralih ke basic pieces lalu bermain dengan layering.
  2. Mencoba eksperimen yang sepertinya mustahil seperti layering vintage pieces dengan basic atau layering gaun kasual dengan rok dan hindari over budget.
  3. Dapat memilah pakaian sesuai dengan acara maupun kesempatan misalnya hindari gaun formal untuk ke kampus. Keep being simple and unique with your own way.
Tips style fashion memulai perkuliahan baru untuk teman SHE dari Lian:
  1. Just be yourself.
  2. Gunakan pakaian yang simpel dan keren dengan material nyaman.
  3. Branded is not everything, menjadi keren ngga harus dengan barang mahal. Hanya dengan kreatifitas kita dapat memadu padankan fashion pieces yang sesuai agar enak dipandang.

Tentang Janet Teowarang
Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia di sektor Fashion dan Textile. Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.