twitter  
Profil  

Rabu, 19 September 2018 | 06:00 wib
Memahami Wearable Art
Belum banyak masyarakat Indonesia yang mengenal arti Art to Wear. Apakah yang dimaksud dengan wearable art? Mengapa fashion dapat berupa inspirasi seni?

Minggu lalu saya telah menulis review tentang workshop Wearable Art bersama Arteri Studio dan BobaBabe berbagi tentang aktivitas melukis diatas kimono. Proses melukis sebagai terapeutik diri. Di sisi lain, proses itu membawa kami menemukan sisi kreativitas yang menghasilkan karya seni tanpa batasan. Di edisi minggu ini saya melanjutkan pembahasan tentang produk fashion yang menjadi karya seni.


Rinaldy Yunardi
Ternyata lingkup wearable art cukup luas khususnya di industri fashion. Untuk Indonesia sudah banyak talenta berkreasi melahirkan berbagai karya yang artistik. Wearable Art yang juga disebutkan sebagai Art to Wear dibuat dengan konsep satu desain satu karya. Untuk setiap karya dibuat dengan tangan (handmade) dan bisa berwujud pakaian, aksesoris, termasuk body jewelery.


Iris van Herpen 3D - Printed Flexible Dresses collection
Pengertian wearable art adalah hasil karya yang diciptakan dan akan diterima oleh masyarakat sebagai desain yang memiliki kualitas, unik, artistik dan pastinya dapat dipamerkan dan dijual untuk menarik minat pembeli. Tentu saja fashion piece berupa wearable art harus dapat dipakai untuk sehari-hari atau kesempatan khusus.


Koleksi wearable art Viktor & Rolf Autumn Winter 2015
Dalam fashion wearable art dapat berupa eksperimental seni serat kain (seperti bahan sintetis), material kulit, logam (metal), dan 3D printing. Selain itu dapat juga berupa art jewelery yang ekspresif dan kreatif dalam bentuk. Dimana akhir-akhir ini sangat populer dengan penggunaan 3D printing. Fashion dapat menjadi inspirasi seni karena seorang manusia dapat menyampaikan aspirasinya, ekspresinya dengan berkomunikasi non-verbal. Inspirasi seni juga mengandung pesan misalnya menentang dan mengkritisi tentang perang, politik, dan masih banyak lagi.


Harry Darsono
Di Indonesia kreasi Art to Wear pertama kali dipopulerkan oleh seorang couturier senior Harry Darsono melalui karya Haute Couturenya pada tahun 1970. Hampir seluruh koleksi karya Harry Darsono dipamerkan di museum miliknya yang terletak di Jalan Cilandak Jakarta. Saat saya mengunjungi museum tersebut sungguh terpukau dengan berbagai kreasinya untuk para bangsawan di Asia dan Eropa terutama desainnya khusus mendiang Putri Diana juga Ratu Rania dari Yordania. Harry Darsono membuat gaun-gaunnya dari jutaan pintalan benang bahkan pernah memintalnya sendiri. Harry sangat mengapresiasi karya seni dan dipercaya untuk merancang dan membuat berbagai kostum teater musikal pertunjukkan seperti Julius Caesar, Madame Butterfly (Puccini), Othello, King Lear dan Romeo & Juliet (Shakespeare).


Tex Saverio
Kini salah satu desainer yang membuat wearable art di Indonesia adalah Tex Saverio. Nama Tex Saverio dikenal para pecinta fashion sejak membuat gaun putih mewah dipakai Jennifer Lawrence di film The Hunger Games Catching Fire. Untuk aksesoris wearable art, Rinaldy Yunardi juga membuat kreasi headpiece dan body jewelery dari material yang tidak umum seperti tirai blind dan paper clay. Koleksi Rinaldy juga telah dipakai beberapa selebriti Indonesia maupun internasional. Rinaldy juga kerap bekerjasama dengan desainer lainnya seperti Sebastian Gunawan. Beberapa fashion designer Indonesia lainnya juga menghasilkan karya wearable art yang dapat dipakai sebagai koleksi Ready to Wear, Street Wear, yang menggunakan inspirasi seni dari lukisan menjadi motif di kain dengan teknik digital printing dan juga tekstil dengan motif yang dapat glow in the dark.


Allegra Jane by Janet Teowarang
Jika teman She ingin memakai koleksi wearable art, pastikan bisa dipadu padankan dengan kombinasi klasik atau basic agar esensi seni dan desain yang ada pada fashion piece tersebut terlihat lebih mendominasi. Seperti contohnya ingin menggunakan gaun dengan motif lukisan abstrak inspirasi dari Jackson Pollock yang mengusung gerakan abstrak ekspresionis dikombinasikan dengan aksesoris klasik dan elegan misal anting mutiara atau cuff berbahan metal jika menginginkan tampilan urban modern.

Tentang Janet Teowarang
Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia di sektor Fashion dan Textile. Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.