twitter  
Profil  

Rabu, 26 September 2018 | 06:00 wib
Pesona Resort Wear LA Riviera oleh Priyo Oktaviano
Menyampaikan inspirasi melalui sebuah koleksi fashion dengan tampilan totalitas bukanlah hal yang mudah. Fashion desainer harus menguasai dan menyampaikan ide, konsep, serta mood dari koleksi yang dikreasikan agar dipahami para audiens. Diperlukan pengalaman dan profesionalisme tinggi untuk menghasilkan tampilan keseluruhan dalam naskah fashion show. Mulai dari pemilihan pakaian, aksesoris, hair-do, make-up, sampai pilihan multimedia dan musik yang dapat mengangkat suasana.

Perhelatan Ciputra World Fashion Week 2018 (CWFW) pada 21-23 September memberikan penyejuk bagi penikmat fashion Surabaya. Berbagai koleksi international brand dan karya dari desainer Indonesia maupun Asean turut meramaikan ajang fashion week ini. Liputan saya saat CWFW 2018 tertuju pada karya Priyo Oktaviano, fashion designer Indonesia yang memiliki konsep koleksi kuat dengan teknik detil memukau.

 
Priyo yang kaya dengan pengalaman di industri fashion Indonesia pernah diundang sebelumnya oleh CWFW 2013 lalu. Setelah lulus dari Esmod Paris tahun 2001 dengan rekomendasi istimewa, Priyo meraih kesempatan dan pengalaman berharga di House of Balenciaga Paris. Setelah Priyo kembali ke tanah air dengan berbekal kemahiran teknik couture dari Prancis, hingga kini Priyo memiliki brand fashion atas namanya sendiri. Bahkan di tahun yang sama, Priyo juga menjadi finalis dua kompetisi fashion bergengsi di Paris yaitu Concours CISEAUX WIZO au Bains Douches-Paris dan Concours Jeunes Creatures 2001 Pronuptia Paris.

Pada 2002 Priyo meraih penghargaan ke empat di kompetisi fashion European Competition for Textile and Fashion Design of the Region APOLDA di Jerman, lalu setelahnya memenangkan posisi pertama. Saat di Indonesia Priyo juga bergabung bersama Yayasan Cita Tenun pada 2008, yang merupakan organisasi berkomitmen untuk mempertahankan dan mengembangkan warisan budaya kain tenun Indonesia.

Priyo dikenal memiliki karakter ''modern style and design''. Karakter tersebut berhasil membawa tampilan keseluruhan koleksinya menjadi dimensi baru. Permainan pattern cutting dan siluet unik memberikan sentuhan kontemporer yang cerdas pada kreasinya. Detil-detil dari pengaruh budaya Asia selalu berada di koleksi Priyo dengan sentuhan adat kuno yang digabung warna-warna menyegarkan sebagai perspektif modern.

Saya berkesempatan untuk berbincang dengan Priyo pada hari Minggu sore sebelum fashion shownya berlangsung sebagai desainer tamu CWFW 2018. Desainer yang sangat ramah ini menyampaikan beberapa inspirasi dan detil teknik untuk koleksi yang akan ditampilkan. LA Riviera adalah tema dari koleksi resort wear (beach look) untuk Spring/Summer 2018. Tema ini terinspirasi dari French Riviera (lautan mediterania di Prancis Tenggara dengan beach resort yang terkenal seperti Cannes dan Saint-Tropez) era jet set tahun 60an. 

 
Priyo menjelaskan bahwa koleksi ini terinspirasi dari siluet vintage beach wear pada musim panas di tahun 1960 yang ada di La Cote D'Azur. Priyo menampilkan 16 looks yang terdiri dari 10 women's wear dan 6 men's wear bertabur detil 3D embroidery. Inspirasinya didapatkan dari foto-foto vintage Japanese watercolor painting tahun 1860 hingga 1900.

Power detail dari koleksi ini terletak pada 3D embroidery bunga-bunga berwarna pastel yang dibuat menggunakan teknik ribbon embroidery. Teknik ini menghasilkan kelopak bunga artistik dengan craftsmanship yang halus. Tekstil yang digunakan tentunya ringan dan nyaman seperti linen, katun, tile, organza berkualitas tinggi dengan skema warna hitam sable, beige, white sand, dan ash. Resort collection biasanya terdapat rangkaian pakaian renang dan bikini demikian pula dengan koleksi LA Riviera Priyo. Untuk menghargai nilai kesopanan (mengingat fashion show diselenggarakan di dalam mall) maka kali ini Priyo tidak menyertakan pakaian renang sebagai rangkaian resort wear.

Priyo memberikan perpaduan lengkap dalam satu look yang menggunakan aksesoris dengan sentuhan alam, sepatu dari anyaman, variasi tas makrame, serta topi dari daun akar Papua. Menurut Priyo, pemilihan style make-up juga penting untuk menunjang koleksi. Untuk koleksi kali ini terdapat pembaruan pada make-up styling. Riasan wajah model diberi permainan glitter yang memberikan efek dewy dan glowy pada wajah dan tubuh. Sebelumnya koleksi ini telah ditampilkan di Harbin Fashion Week, China dan Malaysia Mercedes Fashion Week 2018.

Priyo Oktaviano juga memberi kabar membanggakan karena telah terpilih menjadi perwakilan Indonesia untuk momentum ulang tahun Yang Mulia Ratu Sirikit Thailand dalam event 8th Celebration of Silk : Thai Silk Road to the World 2018 (1st International Thai Silk Fashion Week). Rencananya, Priyo akan mengeksplor kain tenun Thailand untuk koleksi terbarunya pada akhir November nanti. Program khusus ini terlaksana atas kerjasama Indonesia dan Thailand untuk industri kreatif dengan dukungan dari Queen Sirikit Museum of Textiles di Thailand.

Tentang Janet Teowarang
Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia di sektor Fashion dan Textile. Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol.

Dokumentasi : Milik PJ Photography Indonesia (Putra Jabrix) sebagai official photographer di Ciputra World Fashion Week 2018.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.