twitter  
Profil  

Rabu, 17 Oktober 2018 | 06:00 wib
Peran Penting Costume Designer Dalam Film
Saat kita menonton sebuah film dengan tampilan desain kostum yang impresif dan mengesankan seringkali menjadi perhatian khusus. Kostum yang dibuat mengangkat sisi emosional pemain untuk menjiwai perannya terutama dari film bersejarah dengan menghayati periode maupun tahun yang diangkat pada film tersebut. Di Indonesia memang belum begitu berkembang untuk desain kostum dibandingkan Hollywood karena perfilman Indonesia mulai bangkit kembali saat era millennium dan baru saja menanjak beberapa tahun yang lalu hingga mulai diakui industri film dunia. 

Perjalanan kostum dalam film sebenarnya diawali dari seni teater saat gambar bergerak belum ditemukan. Berbagai kebutuhan kostum teatrikal dari yang bersejarah, fantasi, tarian hingga modern. Di Indonesia ditambahkan kostum dan atribut yang menonjolkan adat, budaya seperti pada film Laut Bercermin (The Mirror Never Lies) tahun 2011 oleh Kamila Andini menampilkan suku Bajo di Wakatobi, Sulawesi Selatan. Karakter suku Bajo yang dimainkan oleh Atiqah Hasiholan bahkan menggunakan bedak putih tebal di wajahnya memiliki fungsi utama melindungi kulit akan terik matahari di lautan Wakatobi.

Perfilman Hollywood sudah tidak asing lagi dengan peran costume designer yang mempunyai tim khusus dari desain sampai penjahit tangan halus untuk detil needlework, beading menghasilkan kostum film fenomenal. Mendukung tampilan kostum di film yang bervariasi maka diberikan apresiasi untuk costume designer terbaik dalam nominasi costume design pada ajang penghargaan Oscar maupun Emmy Awards. Di Indonesia juga Festival Film Indonesia yang kita sebut juga penghargaan Piala Citra memberikan kategori untuk Tata Busana Terbaik. Pada FFI tahun 2014 desainer kawakan Indonesia Samuel Wattimena meraih nominasi dalam kategori Tata Busana Terbaik untuk desain kostumnya di film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck membawa budaya Minang, Sumatra Barat dan gaya modern berpakaian tahun 30an mengikuti film dengan latar tahun 1930 - 1936.

Sebagai seorang costume designer Samuel melakukan riset secara detil bagaimana pakaian mempengaruhi strata sosial dan lifestyle kehidupan yang terjadi saat tahun tersebut mengaplikasikan adat budaya Minang yang ditonjolkan dan disesuaikan dengan gaya modern saat Indonesia masih menjadi jajahan Belanda.

Maka sesungguhnya integrasi film dengan kostum wajib diwujudkan semaksimal mungkin agar menciptakan suasana nyata. Hal ini juga saya lakukan yaitu mendesain kostum karena kecintaan saya sejak kecil terhadap seni film. Dua tahun yang lalu saya mendapatkan kesempatan mendesain dan membuat kostum untuk film Melbourne Rewind (2016). Sebelum mulai mendesain saya berkonsultasi dengan stylist film untuk mood dan inspirasi yang dituangkan dalam film tersebut. Karena syuting lebih banyak dilakukan di Melbourne, Australia maka faktor yang mempengaruhi cukup bervariasi dari cuaca hingga pengaruh warna kostum disesuaikan dengan suasana saat pengambilan gambar. Kostum yang saya kreasikan untuk karakter Laura (Pamela Bowie) dan Cecily (Aurelie Moeremans) lumayan menantang karena perbedaan dua kepribadian yang jauh. Kostum untuk karakter Laura dan Cecily dikhususkan saat adegan pernikahan Cecily dan Evan dikerjakan dalam waktu yang cukup pendek dengan pakaian pengantin Cecily menggunakan banyak hand beading.

Tentu saja saya juga mengalami berbagai kendala dalam mengerjakan kostum-kostum ini dari tekanan sesuai deadline jadwal syuting sampai hasil akhir kurang sesuai yang saya inginkan sehingga harus bongkar kembali. Walaupun demikian menurut saya pengalaman bermanfaat membuat kostum film tidak tergantikan karena hal ini yang akan menghidupkan film dengan kreatifitas dimiliki oleh para pembuat kostum. 

Tentang Janet Teowarang
Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia di sektor Fashion dan Textile. Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol. 

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.