twitter  
Profil  

Senin, 12 November 2018 | 12:52 wib
Gawat! Hipertensi Menyetuh Anak-Anak
 
Dulu hipertensi identik dengan keluhan orang tua. Kini, orang-orang yang mengalami hipertensi justru semakin muda. Bahkan menyentuh usia anak-anak.

Menurut dr. Syarif Rohimi Sp.A(K), Dokter spesialis Anak, Konsultan Jantung Anak Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, dalam praktik sehari-harinya sering menemukan anak-anak usia 11-12 tahun. Penyebabnya, konsumsi junk food yang tinggi garam.

Pada umumnya, hipertensi yang terjadi pada anak-anak sebenarnya sama dengan hipertensi pada orang dewasa. Hipertensi menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan jantung. Perubahan pembuluh darah ini memperberat kinerja organ karena peredaran darah dan oksigen melambat,

Jika tidak segera ditangani, hipertensi bisa mempersulit darah untuk mencapai berbagai bagian tubuh, termasuk mata dan otak, dan dapat menyebabkan kebutaan dan stroke. Hipertensi pada anak terbagi menjadi dua, tergantung dengan penyebabnya, yaitu:

Hipertensi primer : Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah mengalami perubahan akibat pola hidup yang kurang baik. Mayoritas remaja dan anak-anak di atas usia 6 tahun yang mengalami hipertensi memiliki riwayat keluarga hipertensi dan atau atau kelebihan berat badan.

Hipertensi sekunder : Hipertensi sekunder disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya. Beberapa diantaranya:
  • 80% anak-anak memiliki beberapa jenis penyakit ginjal atau kelainan pembuluh darah
  • 5% memiliki gangguan endokrinologis
  • 2-5% memiliki penyakit jantung
  • Bayi prematur memiliki insiden hipertensi yang lebih tinggi.
  • Anak-anak yang lebih muda pada umumnya mengalami hipertensi sekunder dibandingkan hipertensi primer.
Namun di antara anak-anak yang berusia lebih dari 6 hingga 8 tahun, rasio antara hipertensi primer dan sekunder mendekati 50:50.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.