twitter  
Profil  

Selasa, 06 November 2018 | 14:39 wib
Memahani Trend Bagi Pelaku Industri Kreatif
 
Dalam industri fashion, kita tahu kalau tren selalu berganti mengikuti pergantian musim. Di Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf juga mengeluarkan tren fashion tiap tahunnya. Bedanya, tren yang dirilis Bekraf lebih mudah dipahami dibanding tren versi luar negeri.

Ada empat tren yang dikeluarkan Bekraf yaitu, Exuberant dimana temanya adalah santai, ramah, sedikit nerdy, namun tetap stylish, dan lucu. Tren kedua, Neo Medieval disertai konsep tema-tema di abad pertengahan yang tetap mempesona dunia modern dan futuristis. Ketiga Svaraga dimana desain dari tema ini memperlihatkan berbagai produk berbasis kriya bernilai tinggi, menggaris bawahi warisan tradisi yang tak ternilai harganya dan kearifan lokal pelaku kriya tradisional. Serta keempat Cortex, tema yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembantu desainer, namun juga bisa menjadi desainer itu sendiri. Empat tema besar tersebut mewakili ciri umum karya fashion designer seluruh dunia. 

Sedangkan perbedaan dengan trend tahun lalu, tren sekarang cenderung mengadopsi pakaian yang 'loose' atau tidak terlalu ketat dan cenderung longgar. Walau sudah ada trend untuk tahun depan, kata Dibya Hody, fashion designer dalam workshop Fashion Development, 3 November 2018 di Qubicle, konsep atau warna everlasting tetap akan ada semisal warna hitam putih. Tiap tahun kejutan-kejutan dalam dunia fashion pun akan ada karena kolaborasi antara produsen fabric (industry) dan fashion designer (pelaku) diluar trend.

Info tentang trend fashion dari tahun ke tahun milik Bekraf bisa siapapun akses meliputi 5 buku dengan masing-masing sub sector : modest , ready to wear, kriya, tekstil dan interior. Teman She bisa akses di trendforecasting.id. (Deedee Dinata / Editor : Windy Goestiana)
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.