twitter  
Profil  

Kamis, 06 Desember 2018 | 09:07 wib
Millenials Indonesia Generasi Paling Peduli di Dunia

Ada fakta menarik yang disampaikan Akhyari Hananto, founder Good News From Indonesia (GNFI), di acara Suara Surabaya Economic Forum (5/12).

Menurut data yang dimiliki Akhyari, generasi millenial Indonesia adalah generasi yang paling perhatian pada sesama. Menurut laporan tahunan yang dibuat Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index 2018, masyarakat Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara yang paling sering menolong orang meski tak dikenal. Tak hanya itu, orang Indonesia juga dikenal loyal mendonasikan uangnya ke acara amal, serta paling sering tergerak menjadi relawan.

Berdasar riset Global Youth Wellbeing Index 2017, Indonesia lagi-lagi menempati urutan pertama sebagai negara yang paling banyak mengirimkan relawan muda di banyak kejadian . Jumlahnya mencapai 51 persen!

''Millenials is the most caring generations,'' kata Akhyari. Sebut saja startup berkonsep tolong menolong seperti KitaBisa dan iGrow jadi tumbuh pesat karena mengutamakan dampak positif yang berkelanjutan.

''Menjadi sociopreneur itu harus memperhatikan 3P. People, planet, dan profit. Kita di Indonesia sangat diuntungkan dengan generasi millenial yang jumlahnya banyak, aktif secara digital, dan mereka punya kepedulian,'' kata Akhyari.

Untuk itu bila ingin menjadi sociopreneur maka jangan pikirkan profit, tapi dampak apa yang ingin Anda beri untuk masyarakat. Semakin besar manfaat yang bisa diberi, maka profit akan mengikuti.

Akhyari bercerita di 2009 dia memulai merintis GNFI hanya dilakukan seorang diri. Mulai menulis berita, membuat video, mengunggah tweet, semua dilakukan sendiri. Lalu setelah banyak orang yang menaruh kepercayaan pada GNFI sebagai agen penyebar kabar baik dari Indonesia, barulah GNFI meraih positioningnya.

Bila di awal langkah sudah memikirkan profit, maka akan ada banyak orang yang mundur dan selesai ketika tidak mendapat profit yang diinginkan. Karena itu, pikirkan dampak supaya kita termovitasi lebih banyak lagi orang yang merasakan manfaatnya.

Di Amerika itu ada angel investor untuk startup yang meminta syarat unik. ''Startup itu minimal sudah pernah gagal 4x. Karena para investor ingin tahu bagaimana pengusaha startup ini mengatasi kegagalannya,'' kata Akhyari. (Liputan Windy Goestiana)
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.