twitter  
Profil  

Senin, 26 Maret 2018 | 08:48 wib
Pasien TBC Indonesia Terbanyak Kedua di Dunia
24 Maret lalu diperingati sebagai Hari Tuberkolosis Sedunia atau World TBC Day. Kata WHO, selama 2016 kasus TBC di Indonesia mencapai 1,6 juta orang dengan estimasi 100 ribu kematian per tahun. Dengan kata lain, ada 273 kasus kematian per hari atau 11 kematian setiap jam akibat TBC.

Kata Anung Sugihantono, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, TBC paling rentan menular melalui ruang publik seperti transportasi umum, dan melalui perantara udara. ''Percikan ludah atau dahak yang dikeluarkan menjadi media penularan yang sangat cepat,'' kata Anung Sugihantono, seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, batuk dan bersin juga bisa menyebarkan kuman yang jumlahnya tak terhingga. Karena itu, Anung Sugihantono mengingatkan agar pasien TBC memakai masker serta menerapkan gaya hidup bersih dan sehat.

Selain menyerang paru-paru, kuman ini juga bisa menyerang selaput otak, usus, tulang, kelenjar getah bening di leher dan ketiak. Penderita TBC di Indonesia mencapai 1.020.000 jiwa berdasarkan laporan Global Tuberculosis Report WHO pada tahun 2017. 

Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat kedua penderita TBC tertinggi di dunia setelah India. Jumlah penderita TBC di dunia mencapai 10,4 juta dengan 1,7 juta orang meninggal akibat penyakit menular ini.

TBC bisa disembuhkan dengan proses pengobatannya terdiri dari kombinasi beberapa jenis obat dalam jumlah dan dosis dan waktu tertentu, selama 6-9 bulan.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.