twitter  
Profil  

Senin, 11 Juni 2018 | 10:57 wib
Ubi Ungu Cegah Obesitas Saat Lebaran
 
Mengonsumsi hidangan berlemak saat lebaran bisa 'dilawan' dengan ubi ungu. Menurut penelitian yang diterbitkan di Journal of Medicinal Food disebutkan, ubi ungu ternyata dapat memangkas lemak di tubuh. Dibandingkan dengan kentang, ubi ungu lebih tinggi kandungan seratnya.

Satu buah ubi ungu ukuran sedang mengandung 4 gram serat. Jumlah tersebut sudah memenuhi 15 persen kebutuhan serat harian. Sedangkan pada kentang ukuran sedang hanya mengandung 2 gram serat dari 9 persen nilai serat harian. Tingginya serat dalam bahan makanan akan membantu menurunkan berat badan. Ini karena serat membuat kita merasa kenyang lebih lama. Tak hanya itu, ubi ungu juga mengandung pati resisten. Kata penelitian di jurnal Biomedical and Enviromental Science, pola makan yang mengonsumsi bahan dengan pati resisten tinggi membantu mengurangi risiko obesitas.

Manfaat lain dari serat pada ubi ungu diantaranya untuk menjaga kadar kolesterol tetap rendah, serta melindungi dari dari penyakit kardiovaskuler, dan mengurangi risiko kenaikan gula darah. Warna ungu dari ubi ungu berasal dari senyawa yang disebut anthocyanin. Menurut Journal of Nutritional Biochemistry, kandungan anthocyanin dalam ubi ungu membantu menekan lonjakan gula darah setelah makan akibat resistensi insulin. Inilah yang membuat ubi ungu bisa mengelola kadar glukosa darah dan berpotensi mengurangi komplikasi penyakit diabetes.

Tak cuma itu, sebuah ubi ungu berukuran sedang mengandung 28 gram karbohidrat kompleks. Fungsi dari karbohidrat komplek adalah pemberian energi tambahan saat terjadi pembakaran kalori di antara waktu makan. Glukosa yang berhasil diproduksi bisa membantu menjaga konsentrasi dan rasa fokus.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.