twitter  
Profil  

Jumat, 29 Juni 2018 | 10:08 wib
Stroke Bisa Menyerang Si Sehat Sekalipun
 
Siapa bilang stroke dan hipertensi hanya akan dialami orang yang bergaya hidup malas bergerak dan sering uring-uringan? Pengalaman Dina Piersawl bisa jadi pengingat untuk kita.

Dina Piersawl merupakan perempuan dengan banyak aktivitas sehat. Perempuan yang tinggal di Chicago, Amerika Serikat ini sejak muda sudah rajin makan sehat dan rutin olahraga. Bahkan, dia pernah jadi atlet di perguruan tinggi, dia pelari, Dina juga pelatih bersertifikat, dan seseorang yang tidak pernah sakit.

Dina tak pernah menyangka kalau saat libur natal 13 tahun lalu dirinya merasa sangat pusing dan merasa berat di bagian dadanya. Akhirnya dia pun memeriksakan dirinya ke layanan UGD dan terkejut ketika mengetahui tekanan darahnya meningkat. Setelah diijinkan pulang, kondisinya tak membaik. Selama dua hari rasa sakit yang menekan dadanya tidak berhenti, dan nyeri kepalanya makin menjadi. Dina tak bisa tidur. Untuk kedua kalinya dia datang lagi di UGD.

Hasil diagnosis dokter tetap sama. Tekanan darahnya meningkat. Kali ini dokter melakukan serangkaian tes dan Dina divonis mengalami stroke. ''Dokter menunjukkan X-ray otak saya dan menunjuk ke tempat gelap di mana pembuluh darah telah pecah. Itu nyata,'' kata Dina seperti dikisahkan di mayoclinic.com.

Stroke yang dialaminya merupakan akibat langsung dari hipertensi yang tidak terdiagnosis. ''Saya makan sehat, dan berolahraga secara teratur. Tetapi saya memiliki riwayat keluarga hipertensi. Baik ibu dan ayah saya memiliki tekanan darah tinggi,'' kata Dina.

Pecahnya pembuluh darah di otak menyebabkan kelemahan di bagian kiri tubuhnya, terutama bagian lengan dan kaki. Ia menjalani empat minggu terapi fisik dan satu bulan terapi rawat jalan. Ia juga melakukan terapi bicara selama satu bulan. Secara keseluruhan waktu pemulihan Dina memakan waktu satu tahun.

Kini, Dina masih menjalani hari-harinya dengan makan sehat dan berolahraga. Tak lupa dia selalu memonitor tekanan darah setiap hari agar stroke tak datang kembali. ''Saya menggunakan monitor tekanan darah di rumah untuk melakukan pembacaan setidaknya tiga kali seminggu,'' kata Dina.

Stroke merupakan kondisi dimana aliran darah ke otak terhambat karena pembuluh darah menyempit atau macet (stroke iskemik), atau pembuluh darah pecah (stroke hemoragik). Gejalanya pelo atau susah bicara, facial drop, dan lumpuh sebelah. Stroke bisa mematikan karena sel-sel otak yang tidak mendapat suplai oksigen dari darah akan mati dalam hitungan menit. Kalaupun tidak mematikan, akan berujung pada cacat dan kelumpuhan.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.