twitter  
Profil  

Jumat, 13 Juli 2018 | 13:42 wib
Ilmuwan ITB Berhasil Membuat Gula Rendah Kalori
Menurut riset Kementerian Kesehatan RI pada 2013, separuh lebih masyarakat Indonesia yang berusia di atas 10 tahun mengonsumsi gula berlebih. Idealnya, asupan gula tak lebih dari 50 gram atau 4 sendok makan per hari. Kenyatannya, di 2017 saja konsumsi gula Indonesia mencapai 5,7 juta ton!

Menyadari begitu doyannya masyarakat Indonesia dengan hidangan manis, Tim dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) akhirnya berhasil mengolah pemanis baru dari tanaman herbal Stevia alias Daun Manis. Ini memang bukan penemuan baru, tapi setidaknya dari riset ini diharap Indonesia bisa menghentikan impor pemanis Stevia dari negara lain.

Proses ekstraksi daun stevia tergolong mudah. Daun hasil panen disortir, dikeringkan, lalu dirontokkan dari tangkai. Proses selanjutnya penghancuran daun kering menggunakan mesin agar lebih halus berbentuk bubuk. Langkah berikutnya proses ekstraksi, kemudian pemurnian dan pengkristalan menjadi bubuk berwarna putih.

Tim peneliti berasal dari Sekolah Farmasi ITB. Tim ini terdiri dari Rahmana Emran Kartasasmita, Elfahmi, Muhammad Insanu, dan Asari Nawawi. Menurut Rahmana, penelitian yang dilakukan timnya dimulai sejak 2012. Tanaman herbal stevia diketahui memiliki senyawa yang memiliki rasa manis glikosida steviol (GS) dengan kadar tinggi. Manisnya bisa mencapai 300 kali lipat dari gula tebu tapi lebih rendah kalori.

Kelebihan lainnya, gula stevia tidak akan tersimpan dalam tubuh bila dikonsumsi. Senyawa glikosida steviol akan dipecah menjadi steviol untuk kemudian diserap tubuh dan dibuang dengan cepat dalam bentuk feses dan urine. Di dalam stevia juga mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin A, B, dan C, kalsium, zat besi, zinc, natrium, kalium, protein, dan nutrisi lainnya. Kandungan inilah yang membuat stevia cocok untuk mereka yang sedang mengontrol berat badan atau mengendalikan diabetes. 
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.