twitter  
Profil  

Sabtu, 04 Agustus 2018 | 13:54 wib
Hati-Hati Daging Ayam Bisa Jadi Wabah Salmonella
 
Protein hewani yang berasal dari ayam memang banyak disuka orang dewasa dan anak-anak. Tapi tahukah Anda, menurut penelitian terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention, daging ayam merupakan bahan pangan penyebar wabah penyakit tertinggi dibanding makanan lainnya. Daging ayam dipercaya menyimpan sumber protein yang sehat dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Mengutip Mens Health, penelitian ini sudah dilakukan sejak 2009 hingga 2015. Dalam jangka waktu tersebut ada 5.769 makanan yang diuji. Ternyata, ribuan makanan tersebut memicu 100.939 penyakit. Yang disayangkan, ada 5.699 orang yang terpaksa dirawat di rumah sakit dan 145 dinyatakan meninggal dunia.

Dari 5 ribu lebih orang yang dirawat di rumah sakit, 3.114 orang dirawat karena konsumsi daging ayam. Dengan melihat fakta tersebut, pastinya banyak yang tak percaya, mengingat daging ayam merupakan sumber protein yang mudah didapat juga terbilang cukup terjangkau. 

Tak hanya daging ayam, daging babi dan sayuran juga mendapat peringkat penyebab wabah penyakit setelahnya. Menurut Thomas Gremillion, direktur Food Policy Institute di Consumer Federation of America, ayam merupakan resevoir untuk salmonella. Bakteri salmonella menyebabkan diare, demam, dan bahkan kram selama 12 hingga 72 jam, setelah seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Tak hanya ayam, salmonella juga bisa mengontaminasi makanan seperti telur, keju, jus dan buah.

Menurut Department of Health & Human Service Amerika Serikat ada beberapa cara mencegah penyebaran bakteri salmonella.
  1. Memastikan daging ayam atau telur dimasak dengan benar-benar matang.
  2. Mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh makanan.
  3. Memastikan permukaan yang digunakan untuk menyiapkan makanan benar-benar bersih sebelum dipakai.
  4. Menghindari memakai peralatan yang sama untuk makanan mentah dan matang.
  5. Menggunakan termometer daging untuk memasak makanan dengan suhu internal yang aman.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.