twitter  
Profil  

Senin, 22 Oktober 2018 | 10:28 wib
Mentally Healthy Millenials!
''Mentally Healthy Millenials!''
 
Jargon itulah yang berkali-kali diingatkan dalam acara peringatan Hari Kesehatan Mental Dunia yang digelar Riliv pada 10 Oktober.
 
Riliv bekerjasama dengan Himpsi Jatim (Himpunan Psikologi Indonesia Jawa Timur) mengadakan beragam kegiatan yang dapat diikuti millenials dengan gratis, tanpa dipungut biaya.
 
Berbagai isu yang sering dirasakan generasi millenials disajikan, mulai dari bullying, work-life balance, hingga how to survive in quarter life crisis.
 
Mereka yang datang memendam beban dapat menuliskannya di kertas dan menaruhnya di Toples Nestapa, lalu dapat menyemangati diri dengan menuliskannya pada dinding ''Dare To Dream''. Pada penghujung acara, peserta dapat merasakan kesempatan untuk konseling dengan psikolog profesional Himpsi secara gratis.
 
Tidak hanya itu, Riliv yang merupakan startup pengembang aplikasi konseling online juga melebarkan sayapnya, dengan meluncurkan aplikasi self-meditation bernama Hening. Peserta event diberikan kesempatan untuk mencobanya pertama kali dalam sesi meditasi serentak.
 
Generasi millenials dengan dinamikanya rentan untuk mengalami permasalahan kesehatan mental. Namun, kesadaran akan hal tersebut dirasa kurang.
 
Menurut Olievia Prabandini Mulyana, M.Psi., Psikolog, salah satu pengisi kelas kesehatan mental, generasi millenials dapat terlihat mandiri dan kuat, namun mereka sering mengalami kekosongan. Jika tidak peka atau sadar, mereka tidak dapat melihat kekosongan tersebut. Hal yang senada juga disampaikan Danang Setyo Budi Baskoro, M.Psi., Psikolog, pengisi kelas lainnya. Menurut beliau, acara semacam ini dapat memantik millenials untuk lebih mencari tahu tentang isu-isu kesehatan mental, sehingga dapat mengatasi permasalahan psikologis mereka. Agaknya, kalimat  ''Mentally Healthy Millenials'' memang bukan sekedar jargon belaka. Kalimat tersebut juga terselip harapan, agar generasi millenials yang sangat melek teknologi semakin melek akan kesehatan mentalnya. (Deedee Dinata / Editor : Windy Goestiana)
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.