twitter  
Profil  

Senin, 18 Februari 2019 | 13:35 wib
Profil Fashion Designer Mens Fashion Style 2019
 

Di akhir Januari 2019 tepatnya tanggal 25 hingga 27, She berkesempatan menyaksikan satu fashion event yaitu Mens Fashion Style 2019, dimana event ini spesial menghadirkan karya-karya yang khusus untuk laki-laki dengan tema Cosmic. Dan dalam rangkaian 3 hari tersebut, berikut kami perkenalkan beberapa fashion designer yang berpartisipasi lengkap dengan karya-karya mereka.

Designer : Muttaqin, Bima NTB
Tema : Tambora
Untuk MFS 2019, designer yang sudah berkarier sejak 2015 ini memilih motif tenun Pa’a atau sebuah motif yang berbentuk halilintar dalam baju-baju karyanya. 5 baju yang ditampilkan di MFS merupakan baju dengan bahan yang memerlukan waktu sebulan untuk hunting dan dipersiapkan selama satu minggu



Designer : Hasto Nugroho Joko Susilo, House of Hasto Jakarta 
Tema : Playful Ganong
Bujang ganong adalah salah satu tokoh Reog Ponorogo yang merupakan patih, berkarakter baik dan ceria sehingga ditunggu oleh penonton, sehingga Bujang Ganong pun menjadi tema karya Hasto dalam MFS 2019 sekaligus wujud kecintaan Hasto dengan topeng nusantara.  Dengan persiapan satu bulan, Hasto memperkenalkan karakter-karakter khas nusantara tradisional Indonesia sampai tingkat intenasional

 

 

Designer : Adji Subing , Jakarta
Tema : L’homme, diambil dari bahasa Prancis yang berarti laki-laki
Untuk 10 baju yang dibawakan dalam MFS, Aji terinspirasi dari Ubud, dimana merepresentasikan sesuatu yang santai dan rileks sehingga baju-baju yang dibuatnya pun menyiratkan makna yang sama, terlihat dari pemilihan warna lembut, merefleksikan ketenangan, simple namun fashionable


 

Designer : Rory Wardana , Puspo Ningrat Solo dan Jakarta  
Tema : Parang Ubud 
Perpaduan antara motif Parang Jawa dan batik dari Bali menjadi ciri khas dari 10 karya designer yang sudah berkecimpung di dunia fashion sejak tahun 1998 ini dalam MFS 2019. Kecantikan kain tradisional ingin digaungkannya hingga ke luar negeri, agar banyak orang tahu kalau Indonesia kaya akan wastra. Busana kejayaan raja-raja Bali dan Jawa menjadi satu inspirasi dari Rory dalam Parang Ubud


 


Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.