twitter  
Profil  

Senin, 18 Februari 2019 | 15:23 wib
Surabaya Fashion Parade 2019 : Lestarikan Budaya Untuk Masa Depan


Surabaya Fashion Parade 2019 FUSIONE secara 'color look' mengacu pada tren warna Cortex yang dikeluarkan Bekraf dan Indonesia Tren Forcasting untuk tahun 2019-2020. Akan tetapi selain Cortex, ada 4 tema besar yang dipilih sebagai acuan designer diantaranya Exuberant, Neo Medival, dan Svarga.

Designer kenamaan yang akan berpartisipasi tahun ini beberapa diantaranya Restu Anggraini 'Etu', Danjyo Hiyoji, Yosafat Dwi Kurniawan, Wilsen Willim, Geraldus Sugeng dan ada Vorravaj designer asal Bangkok yang juga akan menampilkan karyanya di Surabaya Fashion Parade 2019, 24 sampai 28 April 2019 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 lantai 6 Surabaya.

Surabaya Fashion Parade (SFP) merupakan event fashion terbesar di Indonesia Timur yang tahun ini merupakan tahun ke 12, dengan tema 'FUSIONE' , dimana dalam bahasa Italia yang bermakna perpaduan dan berbauran. Untuk gelarannya sendiri, Tunjungan Plaza bersama Indonesia Fashion Chamber (IFC) menitikberatkan pada sebuah kesatuan unsur yang saling berbaur untuk menuju keberhasilan.

"Surabaya Fashion Parade ini merupakan wadah para penggiat fashion lokal, pengrajin kain, juga para model untuk menunjukkan karyanya dan tidak selalu berkiblat ke Jakarta," kata Dian Apriliana Founder Surabaya Fashion Parade.

Sementara kata Yunita Kosasih selaku Ketua SFP 2019, "Surabaya Fashion Parade 2019 tidak hanya tentang pagelaran busana tapi juga mengajak para designer dan warga kota Surabaya melestarikan budaya dengan mengikuti berbagai kompetisi yang diadakan, seperti Lomba Cipta Batik 2019, Surabaya Designer Award 2019, Lomba Ilustrasi dan tentunya lomba model”.

(Foto dan naskah : Yosan Ardian, Editor : Deedee Dinata)
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.