twitter  
Profil  

Selasa, 02 April 2019 | 13:34 wib
Rose Kampoong Perkenalkan Kekayaan Tanah Nyiur Melambai Sulawesi Utara Melalui Bumi Karema
 

Kekayaan Tanah Nyiur Melambai Sulawesi Utara diperkenalkan oleh Rose Kampoong atau Deonisya Ruthy Bambang Waskito dalam buku foto berjudul Bumi Karema, selama ikut serta mendampingi tugas suaminya Irjen Bambang Waskito menjadi Kapolda di Sulawesi Utara beberapa waktu lalu. Karema sendiri dalam bahasa Minahasa berarti dewi, sehingga spirit seorang dewi diharapkan senantiasa selalu memberkati umat manusia. 
 
Buku ini memang sebuah kumpulan foto dengan narasi-narasi yang minim, namun dari foto-foto ini tampak sekali makna penting didalamnya, bahwa kekayaan Tanah Nyiur Melambai tidak bisa dipandang sebelah mata. Nyiur Melambai mengandung sekian banyak kekayaan , di darat (gunung) bahkan di dasar laut, termasuk sekian banyak seni dan budaya : musik, tarian, adat kebiasaan dan lainnya. 

Behind the scene : Tarian Kabela bersama masyarakat adat Lolayan, Bolaang Mongondow

 

Rose Kampoong telah menunjuk dan membuka kepada dunia kekayaan sumber daya alam serta sumber daya manusia Tanah Nyiur Melambai  Sulawesi Utara dengan menarik, seperti seputar Minahasa, Bolaang Mongondow dan Nusa Utara. Di sisi lain Rose Kampoong juga mencoba mengkomunikasikan sebuah pesan dari apa yang dia temukan ketika berada dalam peziarahan pengalamannya selama di Tanah Nyiur Melambai. Tentang komunikasi lewat gambar, sebagaimana diketahui dalam sebuah penelitian bahwa media sejenis gambar, foto atau lukisan mempunyai fungsi menyampaikan pesan. 

Behind the scene : Parade Bendera dalam laut, Pantai Malalayang, Manado

 

"Setiap kali mengunjungi suatu suatu daerah di Sulut, saya menyaksikan betapa indahnya pemandangan alam baik di darat maupun di dasar laut. Lebih dari itu, saya juga menemukan kekayaan dan keragaman budaya nusantara, toleransi serta keramah-tamahan penduduk setempat," kata mbak Ruthy.  Dia menambahkan, dirinya berharap Bumi Karema dapat menjadi referensi pariwisata dan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian atau perlindungan alam, budaya, dan lingkungan di Sulut. 

Behind the scene : Shooting Tarian Kabasaran, Bukit Doa Tomohon

 

Bumi Karema sendiri telah dilaunching pada 27 Maret 2019 di Ballroom Flores Hotel Borobudur Jakarta. 

(Foto : dokumentasi IG @bumikarema)
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.