twitter  
Profil  

Sabtu, 26 Januari 2019 | 10:01 wib
Tidak Ada Kata Terlambat untuk Peduli Lingkungan

Sebanyak 100 kg sampah atau sekitar 25 karung sampah berhasil dibersihkan dalam suatu kegiatan bernama Kenjeran Resik. Yang lebih mengejutkan, tidak hanya sampah plastik namun juga ada popok, puntung rokok hingga sampah kain. Fakta mengejutkan ini pun ditemukan juga di hutan mangrove Rungkut Gununganyar. Menurut petugas setempat,  sampah-sampah  yang ada adalah sampah yang dibuang di sungai kemudian mengalir ke laut dan berakhir di muara seperti sampah kasur, cd music dan beberapa jenis sampah textile sehingga menjadi sebuah pemandangan lumrah. 


Beberapa temuan ini didapatkan teman-teman komunitas Gara-Gara Kopi ketika mereka berinisiatif mengadakan beberapa kegiatan seperti dalam rangka World Clean Up Day 2018, menanam 300 bibit mangrove dan dalam kegiatan Kenjeran Resik bersama National Geographic Indonesia dengan tema Saya Pilih Bumi di awal Januari 2019, berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pertanian dan Pangan Surabaya.

Dari temuan-temuan itu, tidak ada salahnya teman She kalau kita juga ikut memberikan sumbangsih kepedulian pada lingkungan. Menjadi pribadi yang peduli dengan lingkungan, terlebih di tempat wisata bisa kita mulai teman She dengan hal yang sederhana yaitu membuang sampah pada tempatnya dan juga mendukung himbauan-himbauan yang ada di sekitar lokasi wisata, semisal di Kenjeran. Papan himbauan akan peduli dengan lingkungan serta beberapa tempat sampah bergambar ajakan peduli lingkungan pun bisa teman She temui di sekitaran Pantai Kenjeran. 



Tips 

Menunjukkan kecintaan kita pada bumi dan menjadikan lingkungan yang zero waste,perlahan bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti kata ketua komunitas Gara-Gara Kopi Dwi Prima Yudha, yaitu mulai menggunakan totebag ketika belanja, mulai pakai sedotan stainless dan pakai wadah makan sendiri dari rumah. Untuk industri kuliner pun, bisa mulai menggunakan gelas berkali pakai dan sedotan stainless. Mencintai bumi kuncinya terletak pada kesadaran dan kebiasaan. Kesadaran akan dampak kerugian yang akan dirasa karena Indonesia darurat sampah, serta kebiasaan untuk meminimalis dan meniadakan sampah, tidak hanya sampah plastik namun juga lainnya.  

Gara-Gara Kopi sendiri merupakan satu komunitas non profit yang beranggotakan kurang lebih 50 anak muda yang pernah bekerja di sebuah brand coffee shop internasional, mempunyai misi dan visi untuk berbagi kepada sesama dan juga mencintai lingkungan.  Untuk teman She yang ingin berpartisipasi untuk kegiatan bersih-bersih serupa dengan Kenjeran Resik, bisa cek IG @garagarakopi.id

(Foto : IG @garagarakopi.id)
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.